Siapa yang Menciptakan Simbol-Simbol Matematika?

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.
Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Simbol pertama yang diciptakan adalah sama dengan “=” . Ide ini muncul saat Recorde harus terus menerus mengulang kata “Setara dengan” saat menulis buku aljabar. Ada simbol-simbol juga bermakna sama dengan yang diciptakan ahli matematika lain seperti “||”, namun akhirnya ciptakan Recorde yang paling banyak digunakan.
Tanda ditambah atau “+” muncul dari bahasa latin yang berarti “and” atau dan. Perkalian muncul karena mengulang-ngulang angka itu melelahkan. Kemudian simbol pangkat muncul untuk menjadikan perkalian angka yang sama menjadi lebih praktis. Simbol ! yang berarti faktorial, diciptakan oleh Kramp untuk menyingkat penulisan seperti berikut 4 x 3 x 2 x 1.
Selain simbol untuk operasi hitungan matematika, huruf alfabet juga banyak digunakan, misalkan n atau x untuk bilangan yang tidak diketahui. Huruf-huruf Yunani juga digunakan sebagai representasi angkadesimal yang sudah pasti, seperti phi yang bernilai 3,14. Simbol-simbol biasanya muncul karena banyaknya penggunaan, yang berarti telah disetujui dan digunakan oleh banyak orang. Tanpa simbol, matematika akan menjadi penuh dengan teks untuk mendeskripsikan hitungan.
Dengan simbol, matematika menjadi lebih sederhana, mudah dimengerti, dan elegan
