Konten dari Pengguna

Sidik Jari Koala dan Manusia, Mengapa Serupa?

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Karena kebiasaan makan mereka yang sangat selektif.

Sidik jari atau fingerprint merupakan pola yang terbentuk oleh tonjolan-tonjolan di ujung jari, yang mengandung barisan pori-pori yang terhubung ke kelenjar keringat. Sidik jari terbentuk sekitar 12 minggu kehamilan dan tidak berubah selama kehidupan (James JP. dalam Principles of Forensic Science). Sidik jari biasanya digunakan untuk mengidentifikasi seorang individu. Selain untuk fungsi identifikasi, sidik jari juga berperan meningkatkan kepekaan jari-jari terhadap tekanan, misalnya ketika meletakan tangan di atas permukaan yang kasar.

Sidik jari merupakan sesuatu yang sangat unik. hanya satu dari 64 miliar kemungkinan sidik jari Anda akan cocok dengan orang lain. Sidik jari bahkan lebih unik daripada DNA, materi genetik yang dimiliki oleh masing-masing sel kita. Kembar identik sekalipun dapat berbagi DNA yang sama atau setidaknya sebagian besar Sama, akan tetapi, mereka tidak dapat memiliki sidik jari yang sama.

Tahukah anda ternyata bukan hanya manusia, dan beberapa hewan seperti simpanse dan Gorila saja yang memiliki sidik jari. Koala atau yang dikenal dengan nama ilmiah Phascolarctos cinereus juga diketahui memiliki sidik jari. Koala merupakan salah satu binatang berkantung (marsupial) khas dari Australia dan merupakan wakil satu-satunya dari keluarga Phascolarctidae.

Keberadaan sidik jari koala ini pertama kali ditemukan pada tahun 1996 oleh tim anatomi (yang mempelajari bagian-bagian tubuh), dari Universitas Adelaide, Australia. Sidik jari yang dimiliki oleh koala telah membingungkan para ilmuwan dan peneliti karena sangat jarang sekali mamalia pohon memiliki sidik jari. Kebanyakan monyet tidak memiliki sidik jari, kecuali simpanse dan gorila. Namun, sidik jari pada simpanse dan gorilla dianggap wajar karena secara genetik keduanya mempunyai hubungan kekerabatan yang jauh lebih dekat dengan manusia. Hal inilah yang membuat sidik jari pada koala menjadi semakin unik.

Analisis dengan menggunakan mikroskop dapat dengan mudah menunjukan kesamaan antara pola lingkaran dan putaran pada jari-jari koala dengan manusia. Secara mikroskopik, lapisan epidermis ujung jari koala memiliki tonjolan yang identik dengan manusia. Akan tetapi, terdapat sedikit perbedaan antara sidik jari manusia dengan koala, dimana tonjolan dermis yang dimiliki manusia ada pada seluruh jari dan telapak tangan manusia, sedangkan pada koala, hanya terdapat di ujung jari. Namun anehnya, hewan lain yang masih berkerabat dengan koala seperti Kanguru dan Wombat tidak memiliki sidik jari.

Selama berabad-abad, ahli anatomi memperdebatkan manfaat sidik jari pada koala. Pada awalnya, sidik jari pada koala dianggap sebagai identitas yang membedakan antara koala yang satu dengan yang lainnya, namun beberapa ahli menyatakan bahwa sidik jari tersebut mempunyai fungsi yang lebih dari sekedar identitas. Ahli anatomi dari Universitas Adelaide, Australia memperkirakan bahwa tekstur di ujung jari koala berguna untuk memperkuat genggaman tangan mereka ketika meraih dedaunan. Koala mengambil makanan dengan memanjat secara vertikal ke cabang Pohon Eukaliptus yang terkecil. Mereka menjangkau dan menggenggam daun sebelum memasukkannya ke mulut.

Beberapa peneliti juga berpendapat bahwa sidik jari yang ada pada koala timbul karena keharusan beradaptasi ketika mengumpulkan makanan. Sidik jari koala membantu dalam pemilihan daun. Koala adalah pemakan yang selektif, dimana ia hanya memakan daun tertentu saja dengan tingkat kematangan tertentu. Kepekaan ekstra dan tekstur khusus yang kesat seperti sidik jari dapat membantu mereka dalam memilih daun yang lebih baik. Fenomena ini tentu menguatkan teori evolusi konvergen yang menjelaskan mengapa hewan-hewan yang sama sekali berbeda dan memiliki hubungan yang jauh antara satu sama lainnya secara evolusioner mempunyai karakteristik yang hampir sama.

Sidik jari yang dimiliki oleh koala merupakan suatu hal yang unik dalam ilmu pengetahuan, akan tetapi adanya kesamaan sidik jari koala dengan manusia mungkin dapat berdampak negatif. Maciej Henneberg, seorang Ahli Bio-antropologi dan Ilmu Forensik dari Universitas Adelaide menyampaikan bahwa adanya kesamaan sidik jari koala dengan sidik jari manusia dapat membingungkan polisi dan ahli forensik dalam menyelesaikan sebuah kasus criminal. Beberapa kasus kriminal yang telah terjadi di beberapa negara bahkan tidak terselesaikan karena sidik jari koala-koala ini.

Sumber Gambar : Pixabay