Snapdragon : Bunga Berbentuk Tengkorak yang Berkhasiat

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.
Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bunga selalu diidentikan dengan keindahan, namun pernahkah kalian mendengar tentang bunga berbentuk tengkorak?
Ya, bunga snapdragon atau bunga tengkorak adalah jenis bunga yang sedikit berbeda dibandingkan dengan bunga lain pada umumnya. Bunga dengan nama latin Antirrhinum majus ini merupakan spesies tanaman berbunga yang termasuk dalam genus Antirrhinum. Tampilannya yang menyerupai wajah seekor naga membuat bunga ini sering disebut sebagai bunga “mulut naga”. Bunga snapdragon yang merupakan bunga asli dari daerah berbatu di sekitar Eropa, Amerika Serikat, dan Afrika Utara ini akan membuka dan menutup mulutnya ketika ditekan. Walaupun daerah asalnya adalah daerah Mediterania, bunga ini sekarang tumbuh subur di Inggris karena ditanam di tanah yang subur dan banyak terpapar cahaya matahari.
Snapdragon mempunyai ukuran batang yang tinggi dengan bunga berwarna cerah yang akan mekar ketika cuaca dan suhu sudah dingin. Snapdragon mulai berbunga di bawah batang dan menuju ke atas sehingga memiliki waktu berbunga yang cukup lama. Ketika mekar, bunga Snapdragon memiliki bentuk dan warna-warna yang indah, namun kondisi ini berbeda ketika telah layu dan mati. Dalam kondisi layu dan mati, snapdragon akan memiliki bentuk yang sangat mengerikan seperti tengkorak kepala manusia. Karena keunikannya ini, muncul berbagai mitos pada masyarakat kuno yang percaya bahwa bunga ini memiliki kekuatan magis dan dapat melindungi dari roh jahat, kutukan dan sihir. Ada mitos lain yang mengatakan bahwa perempuan yang mengkonsumsi bunga snapdragon akan terlihat lebih cantik dan awet muda.
Bunga snapdragon merupakan bunga satu musim namun terkadang disebut juga bunga dua musim karena dapat berbunga kembali meski tidak sebanyak bunga pertama. Bunga ini lebih cocok ditanam di daerah bersuhu dingin tetapi dapat tumbuh juga di daerah dengan suhu sedang. Bunga ini memiliki berbagai macam warna mulai dari pastel pucat, merah maupun oranye. Bunga ini biasanya berwarna tunggal, tetapi banyak yang melakukan pengembangbiakan spesies baru dengan variasi warna yang lebih beragam. Selain itu, bunga snapdragon juga memiliki daun berbentuk spiral yang mengelilingi batang dan ranting. Bunga snapdragon juga dikenal sebagai tanaman beracun jika dikonsumsi, sehingga dibutuhkan kehati-hatian dalam pemeliharaannya.
Tahukah kalian, di balik tampilannya yang sedikit mengerikan, bunga snapdragon ternyata memiliki banyak khasiat dalam bidang kedokteran. Bunga snapdragon telah digunakan secara tradisional sebagai diuretik, untuk pengobatan penyakit kudis, gangguan hati dan tumor. Sementara itu, daun dan bunga digunakan sebagai obat anti inflamasi (peradangan) dan stimulan. Snapdragon juga digunakan sebagai plester pada tumor dan bisul serta digunakan dalam pengobatan wasir.
Saat ini, bunga snapdragon terus diteliti oleh para ahli di bidang medis karena kandungan zat anthocyanin-nya. Anthocyanin sendiri merupakan zat yang banyak ditemukan pada tanaman berdaun gelap seperti Blackberry, Cranberry dan Chokeberry. Zat ini memiliki fungsi proteksi terhadap beberapa jenis kanker tertentu, penyakit jantung dan penyakit –penyakit degeneratif yang terkait usia. Selain itu, telah terbukti bahwa anthocyanin juga memiliki aktifitas anti-inflamasi, meningkatkan ketajaman visual, menghambat obesitas dan diabetes. Penelitian yang dilakukan oleh profesor Cathie Martin dari Jhon Innes centre menemukan bahwa antioksidan dalam bunga snapdragon diyakini mampu mencegah dan menghambat pertumbuhan sel kanker.
Bunga snapdragon juga dikenal kaya akan flavonoid dan senyawa fenol. Flavonoid adalah kelompok senyawa bioaktif yang banyak ditemukan pada bahan makanan yang berasal dari tumbuhan. Flavonoid memiliki beragam manfaat untuk tubuh, seperti memperbaiki sel yang rusak akibat radikal bebas, menyerap radikal oksigen (ORAC), melawan radikal perosokil, superoksida, hidrogen peroksida, radikal hidroksil dan singlet oksigen. Berdasarkan data yang ada, mengonsumsi flavonoid diduga juga dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular, namun hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Nah, yang perlu kalian ingat, meskipun kandungan dalam bunga snapdragon telah diketahui secara rinci, penggunaanya dalam dunia medis masih sangat langka karena penelitian terkait pengolahan zat- zat tersebut masih kurang maksimal. Oleh karena itu yang sering kita jumpai saat ini hanyalah bunga snapdragon sebagai tanaman hias bukan obat-obatan.
Sumber :
https://www.sciencedaily.com/releases/2008/10/081026150149.htm
http://www.apakabardunia.com/2014/12/snapdragon-bunga-ini-akan-berubah.html
https://www.researchgate.net/publication/313696645_THE_PHARMACOLOGICAL_IMPORTANCE_OF_ANTIRRHINUM_MAJUS-A_REVIEW
https://www.alodokter.com/ini-fakta-flavonoid-yang-perlu-anda-ketahui
