Konten dari Pengguna

Suka Makan Ayam Tapi Tidak Bisa Makan Kelinci? Mungkin Kamu Kena Efek Bambi

Lampu Edison

Lampu Edison

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siapa yang tidak tahu Bambi? Ia adalah karakter fiktif berbentuk rusa yang diciptakan oleh penulis dari Austria, Felix Salten. Meskipun novel Bambi sudah dipublikasikan sejak 1923, kepopulerannya baru meluas setelah Walt Disney mengadaptasikan cerita bambi ke layar lebar pada 1942. Orang-orang pun gemas dengan Bambi dan teman-temannya. Film tentang Bambi tersebut masuk dalam daftar film klasik terbaik sepanjang masa dan mendapatkan banyak nominasi dari penghargaan film bergengsi.

Bambi dan teman-temannya. Sumber gambar: Wikimedia Commons.
zoom-in-whitePerbesar
Bambi dan teman-temannya. Sumber gambar: Wikimedia Commons.

Kisah Bambi menceritakan tentang masa kecil rusa ini bersama teman-temannya sampai ia menjadi dewasa. Teman-temannya adalah Thumper - seekor kelinci berhidung merah, Flower – seekor sigung, dan Faline - seekor rusa. Mereka diilustrasikan sebagai hewan-hewan yang lucu dan menggemaskan.

Dalam dunia nyata, nama Bambi digunakan untuk menggambarkan satu karakter pada manusia. Dikenal dengan efek Bambi, terminologi ini dipakai untuk menggambarkan karakter seseorang yang tidak mau membunuh hewan-hewan lucu seperti kelinci, rusa, dan lumba-lumba tapi tidak masalah ketika hewan-hewan yang tidak terlalu lucu dibunuh bahkan dimakan seperti ayam atau babi.

Bukan tanpa alasan, fenomena tersebut dinamakan efek Bambi karena salah satu adegan dalam film tersebut yang cukup mengejutkan. Ibu Bambi yang baik hatinya mati ditembak oleh seorang pemburu dan Bambi menjadi sangat sedih. Momen tersebut sangatlah emosional yang membuat banyak penonton, terutama anak-anak, menjadi trauma dan merasa kasihan dengan Bambi dan menjadi benci dengan pemburu.

Dampak positif dari efek Bambi adalah makin banyaknya manusia yang semakin sayang terhadap hewan. Diketahui bahwa efek Bambi membuat orang-orang semakin menyadari bahaya polusi terhadap makhluk hidup. Salah satu contohnya adalah kasus tumpahnya kapal tanker minyak milik Exxon pada 1989 di perairan California, AS. Banyak orang yang peduli terhadap kejadian tersebut karena minyak yang tumpah mengotori tempat hidup berang-berang yang lucu.

Contoh kasus yang lainnya adalah seperti yang terjadi di Colorado, AS pada 2007. Ada banyak sekali salju pada musim dingin tersebut yang membuat sumber makanan hewan liar menjadi berkurang drastis. Rusa-rusa yang hidup di alam bebas pun mulai kelaparan. Pemerintah negara bagian Colorado yang menangani masalah satwa liar mendapatkan banyak permohonan dan bantuan dari masyarakat yang merasa prihatin akan hal tersebut. Akhirnya, negara bagian tersebut pun harus menghabiskan sebanyak hampir dua juta miliar dollar untuk memberi makan rusa-rusa liar tersebut.

Kebakaran yang terjadi di Australia baru-baru ini juga diduga memiliki efek Bambi dalam penanganannya. Saat kebakaran terjadi, hewan-hewan di alam liar seperti koala dan unta kekurangan air untuk minum. Pemerintah Australia-pun menembaki unta dari udara dengan alasan mereka meminum air terlalu banyak dan memiliih untuk menyelamatkan koala. Namun ada dugaan bahwa hal tersebut dilakukan karena koala lebih lucu dari pada unta.

Efek Bambi juga terlihat pada gaya hidup orang-orang. Orang-orang yang bekerja pada sektor produksi daging mengaku bahwa efek Bambi membuat gerakkan vegetarian dan vegan menjadi semakin gencar didengungkan. Orang-orang mulai tidak makan daging, atau tidak makan ikan yang masih ada kepalanya dengan alasan tidak nyaman karena seolah-olah mata ikan sedang memandang ke arah mereka.

Kelucuan hewan-hewan tertentu pastilah baik jika membuat manusia menjadi sayang terhadap hewan tersebut. Tapi bagaimana dampaknya terhadap hewan-hewan yang dianggap kurang lucu seperti serangga, katak, dan kelelawar? Efek Bambi dianggap bagi sebagian orang tidak cukup jika hanya digunakan untuk melindungi hewan-hewan yang lucu saja. Kelompok pencinta hewan menginginkan tidak ada diskriminasi antara hewan yang lucu dan yang kurang lucu. Menurut mereka semua hewan tidak boleh dibunuh.