Konten dari Pengguna

Ternyata Kacang Tanah Bukanlah Kacang

Lampu Edison

Lampu Edison

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siapa di sini yang suka makan kacang? Cemilan ini merupakan cemilan populer di antara masyarakat Indonesia. Mulai dari digoreng kering, diberikan garam, dijadikan kacang atom, masih dibungkus kulit, dijadikan kacang bawang, sampai diolah menjadi saus kacang, semuanya enak. Kacang juga nikmat disantap kapan saja, saat makan siang maupun saat menonton televisi di malam hari. Biasanya kacang yang kita sering makan adalah kacang tanah (Arachis hypogaea). Tapi tahukah kamu bahwa kacang tanah ternyata tidaklah termasuk dalam keluarga kacang-kacangan.

Kacang tanah. Sumber gambar: Wikimedia Commons.
zoom-in-whitePerbesar
Kacang tanah. Sumber gambar: Wikimedia Commons.

Dalam Bahasa Inggris, kacang tanah berarti peanuts. Tapi mereka tidak termasuk dalam keluarga nuts (kacang-kacangan) melainkan legumes (polong-polongan). Apa perbedaan kacang dan polong? Perbedaan yang pertama adalah kacang tumbuh di atas pohon, sementara polong tumbuh di dalam tanah. Contoh spesies yang termasuk dalam keluarga kacang-kacangan adalah kacang kenari, kacang almond, kastanye, dan kacang hazel. Semua kacang tersebut tumbuh di atas pohon, berbeda dengan kacang tanah yang ada di dalam tanah. Hal tersebut membuat kacang tanah tidak memenuhi syarat untuk bisa dikelompokkan ke dalam keluarga kacang.

Karakter lain dari kacang tanah yang berbeda dari kacang-kacang lainnya adalah bijinya yang kita santap terbungkus kulit. Hal ini mirip dengan kacang polong dan menjadi alasan lain mengapa kacang tanah masuk ke dalam keluarga polong-polongan. Spesies lainnya yang masuk ke dalam keluarga polong adalah kedelai, clover, buncis, dan lentil.

Tanaman kacang memiliki batang sayur yang berdiri tegak saat masih muda. Batang tersebut tumbuh semakin panjang dan berat, dan akhirnya menunduk sehingga lama kelamaan mendorong buah-buahnya masuk ke dalam tanah. Di dalam tanah yang gelap, buah-buah kacang tersebut menjadi matang. Setiap buah biasanya memiliki dua biji, namun ada juga yang memiliki satu, tiga, bahkan empat biji. Biji-biji tersebut berbentuk oval, berwarna putih, dan dilapisi selaput cokelat. Biji tersebutlah yang kita santap dan kita kenal dengan kacang tanah.

Lalu mengapa kacang tanah disebut dengan kacang? Hal ini karena kacang tanah mirip dengan keluarga kacang-kacangan dalam hal manfaat dan nutrisi. Kacang merupakan sumber besar dari protein. Asam amino di dalam protein sangatlah dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan. Makanan ini juga mengandung nutrisi sehat lainnya, lemak, mangan, fosfor, antioksidan, vitamin B, dan vitamin E. Selain itu, kacang tanah juga digunakan sebagai bumbu-bumbu masakan seperti kacang lainnya.

Kacang tanah dapat diolah menjadi berbagai macam makanan mulai dari kacang bawang, kacang goreng, kacang rebus, kacang pedas, dan rempeyek. Yang paling otentik dari Indonesia tentunya adalah saus kacang yang digunakan sebagai pelengkap ketika makan sate, gado-gado, batagor, ketoprak, pecel, karedok, rujak, otak-otak, dan lainnya. Saking nikmatnya, inovasi dari Indonesia ini menjadi terkenal ke seluruh dunia dan digunakan dalam berbagai masakan.

Menarik ya? Padahal kacang tanah ini bukan tanaman asli Indonesia, loh. Kacang tanah berasal dari Amerika Selatan yang dibawa oleh bangsa Portugis dan Spanyol ke Hindia Belanda pada abad ke-16.