Mengenal Tes Ishihara

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.
Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berdasarkan konsep pseudo-isokromatik.
Cukup familiarkah kamu dengan nama tes Ishihara? Atau bagaimana kalau disebutkan tes buta warna? Pasti kita semua lebih familiar mendengarnya.
Kedua tes tersebut memanglah jenis tes yang sama. Tes buta warna diciptakan oleh Dr. Shinobu Ishihara yang diminta untuk membuat tes buta warna bagi para tentara militer yang akan ditugaskan dalam perang dunia. Ishihara yang memiliki latar belakang pendidikan optamologi disertai dasar militer selama ia mendapat beasiswa militer, kemudian menyanggupi permintaan tersebut.
Ia menggabungkan elemen dari tes Stilling yang sebelumnya telah ada dengan konsep pseudo-isokromatik dalam pengembangan alat tes hingga menjadi lebih mudah digunakan dan lebih akurat. Sejumlah titik berwarna acak dibentuk berdasarkan pola hingga membentuk angka maupun bentuk tertentu pada suatu piringan yang dapat dilihat secara jelas oleh orang bermata normal. Sebagai bentuk penghormatan terhadap karyanya, tes ini selanjutnya disebut Ishihara plate atau dikenal pula dengan Color Perception Test.

Sumber gambar: http://www.colourblindawareness.org/
