Konten dari Pengguna

Tren Mode Paling Aneh dan Populer, namun Membahayakan

Lampu Edison

Lampu Edison

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada beberapa mode yang paling aneh dalam sejarah, namun sangat berbahaya. Apa saja ya?

Fashion atau mode adalah hal yang sangat menarik untuk diamati dari kehidupan sosial manusia. Dari tahun ke tahun, tren mode terus mengalami perubahan. Perkembangan tren mode membuat apa yang terlihat baru, stylish, dan trendi pada masanya, dapat terlaihat lucu dan aneh di waktu yang lain.

Beberapa tren mode dalam catatan sejarah tidak hanya dianggap konyol dan aneh untuk dilihat. Namun, ada beberapa yang bisa dikatakan berbahaya. Nah, kira-kira apa saja tren mode tersebut?

Gaun Arsenik

Gaun arsenik adalah gaun yang sangat populer pada era Victoria. Seperti yang diungkapkan oleh The Hairpin, gaun-gaun dengan warna hijau laut ini sangat indah dan dipandang sebagai item pakaian yang sangat elegan dan dihargai pada saat itu. Namun, dibalik kehindahannya, gaun ini ternyata dibuat dengan mewarnai kain menggunakan arsenik.

Arsenik adalah zat yang dikenal sangat mematikan.Kkebanyakan wanita yang menggunakan gaun arsenik ini akan mengalami reaksi kulit, hingga muntah-muntah. Sementara itu, beberapa pembuat pakaian bahkan meninggal karena paparan arsenik yang berlebihan.

Gaun Arsenik. Sumber Gambar : Pinterest ; vk.com

Crinoline

Crinoline merupakan tren mode yang sangat populer di kalangan aristokrat dan kaum borjuis pada periode Victorian (1850-1870). “Crinoline” diambil dari Bahasa Prancis untuk menyebutkan kerangka bagian dalam rok yang terbuat dari loop metal dan buntut kuda yang dijahitkan ke petticoat. Penggunaan crinoline bertujuan agar pemakainya terlihat lebih bervolume dan gaun menjadi semakin elegan.

Akan tetapi, dibalik keindahan yang dimunculkan, crinoline sangat tidak nyaman untuk dipakai sehingga membuat pemakainya kesulitan dalam bergerak, bahkan sampai terjatuh.

Crinoline. Sumber Gambar : Wikipedia

Gaun Muslin

Pada abad ke-18 dan 19, wanita sangat suka menggunakan gaun yang disebut Muslin. Gaun ini sangat ringan, indah dan terbuat dari bahan yang sedikit tipis. Sayangnya, pada masa itu, suhu di Eropa sangat dingin, serta pemanas ruangan masih belum ditemukan. Hal ini menyebabkan banyak wanita mengalami flu dan pneumonia.

Pada abad ke-19, pneumonia menjadi penyakit yang umum terjadi di kalangan wanita karena penggunaan gaun muslin yang sangat tipis dan tidak cukup untuk melindungi diri dari suhu dingin. Oleh karena itu pneumonia sering disebut sebagai “Muslin disease”

Muslin. Sumber Gambar : Wikipedia

Sepatu Lotus dan Lotus Feet

Lebih dari 1.000 tahun yang lalu, di kalangan bangsawan China, sangat populer dengan tren sepatu lotus. Sepatu lotus dibentuk dengan bentuk yang sangat khas dan tidak menyerupai kaki manusia normal. Sepatu lotus mempunyai ukuran yang sangat kecil dengan motif yang indah. Namun, sepatu ini hanya digunakan oleh wanita yang mempunyai lotus feet (kaki lotus) sejak usia muda.

Lotus feet menjadi suatu tradisi yang sudah berlangsung lama di China. Proses pembentukan kaki menjadi lotus feet sangat menyakitkan. Seorang gadis harus merendam kakinya dalam rendaman air rempah, kemudian ada proses pematahan jari-jari kaki hingga bisa dilipat ke belakang. Proses ini berlangsung hingga bertahun-tahun sehingga didapatkan bentuk dan ukuran kaki yang kecil.

Beberapa kalangan menganggap bahwa lotus feet lebih menarik dan menjadi simbol atau lambang kemakmuran. Namun, tahukah kalian, saat dilakukan binding, tulang kaki bisa saja patah sehingga tidak dapat berjalan dengan normal? Karena dampak buruknya ini, pada tahun 1912 sepatu lotus resmi dilarang penggunaannya.

Sepatu Lotus. Sumber Gambar : Wikipedia

Poulaine

Pada abad pertengahan, pria sangat senang memakai Carakow atau Poulaine. Menurut Fashion Encyclopedia, Pouline merupakan sepatu yang diambil dari desain Polandia. Pada dasarnya sepatu ini mempunyai bentuk yang sama seperti sepatu biasa. Namun, pada bagian jari kakinya memanjang, lancip dan melebar. Uniknya, semakin panjang bagian jari kaki, semakin dihargai pula pemakainya. Namun, pemakai poulaine biasanya mengalami kesulitan saat berjalan, sehingga Si pemilik terkadang harus menjejali jari-jari kaki dengan material tertentu agar bisa berjalan layaknya orang normal saat memakainya.

Poulaine. Sumber Gambar : fr.wiktionnaire.org

Nah, kalian sudah tahu kan beberapa tren mode masa lampau yang populer namun membahayakan penggunanya? Maka dari itu, bijaklah dalam menerima setiap tren baru dan yang terpenting adalah utamakanlah keamanan dan kenyamanan.

Sumber :

https://www.thevintagenews.com/2016/05/08/43347-2/

https://guff.com/painful-fashion-trends-throughout-the-ages

https://fashionhistory.fitnyc.edu/poulaine/