Walaupun Hewan Liar, Kanguru Dapat Berkomunikasi dengan Manusia

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.
Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kanguru merupakan salah satu dari enam spesies marsupial Australia yang terkenal karena gerakan ikoniknya yaitu melompat dan memantul dengan kaki belakangnya. Hewan yang biasanya aktif di malam hari dan pada kondisi cahaya redup ini merupakan hewan liar, yang hidup di hutan-hutan eukaliptus yang terbuka dan di daerah berumput. Walaupun liar dan tidak dilatih oleh manusia, studi menemukan bahwa kanguru memiliki tingkat fungsi kognitif yang lebih tinggi daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Menurut sebuah studi dari University of Roehampton dan University of Sydney, hewan yang belum pernah dijinakkan, seperti kanguru, dapat berkomunikasi dengan manusia secara sengaja. Fakta ini mematahkan anggapan bahwa komunikasi hewan dengan manusia hanya terbatas pada hewan peliharaan seperti anjing, kuda atau kambing,
Penelitian ini melibatkan kanguru yang tidak hidup di bawah kendali manusia (tidak pernah dijinakan) dari tiga lokasi berbeda di seluruh Australia. Hasil pengamatan mengungkapkan bahwa kanguru menatap manusia ketika mencoba mendapatkan makanan di dalam kotak tertutup. Alih-alih mencoba membuka kotak itu sendiri, marsupial terbesar di dunia ini, justru menggunakan tatapan untuk berkomunikasi dengan manusia agar mau membuka kotak tersebut sehingga mereka dapat leluasa mengambil makanan di dalamnya. Perilaku seperti ini biasanya hanya dimiliki oleh hewan peliharaan atau hewan yang dilatih secara khusus.
Dilansir dari situs phys.org, sepuluh dari 11 kanguru secara aktif menatap orang yang meletakkan makanan ke dalam kotak (jenis eksperimen ini dikenal sebagai "the unsolvable problem task"). Sembilan dari 11 kanguru juga menunjukkan pergantian pandangan antara kotak dan orang yang ada di sekitarnya.
Pada spesies tanpa tangan untuk menunjuk, menatap manusia ketika berhadapan dengan makanan yang tidak dapat diakses, sering diartikan sebagai upaya komunikasi referensial yang disengaja. Hal ini merupakan suatu bentuk komunikasi yang baik.
Penelitian ini didasarkan pada studi lapangan sebelumnya yang telah melihat komunikasi hewan peliharaan, seperti anjing dan kambing, dan apakah komunikasi yang disengaja pada hewan merupakan hasil dari proses domestikasi.
Domestikasi atau penjinakan secara umum diasumsikan dapat menghasilkan peningkatan kemampuan komunikasi antara mamalia non primata dan manusia.
Penulis utama Dr. Alan McElligott dari University of Roehampton (sekarang berbasis di City University of Hong Kong), sebelumnya memimpin penelitian yang menemukan bahwa kambing dapat memahami isyarat manusia, termasuk menunjuk, untuk mengumpulkan informasi tentang lingkungan mereka. Sama seperti anjing dan kambing, kanguru adalah hewan sosial, dan penelitian baru Dr. McElligott menunjukkan bahwa mereka mungkin dapat menyesuaikan perilaku sosial mereka yang biasa untuk berinteraksi dengan manusia.
Menurut Alan McElligott, melalui penelitian ini mereka dapat melihat bahwa komunikasi antar hewan dapat dipelajari dan perilaku memandang manusia untuk mendapatkan makanan tidak terkait dengan proses penjinakan. Memang, kanguru menunjukkan pola perilaku yang sangat mirip seperti yang ditunjukkan oleh anjing, kuda, dan bahkan kambing ketika diuji.
Adanya potensi komunikasi referensial yang disengaja oleh hewan, yang ditunjukkan dalam penelitian ini, merupakan suatu perkembangan yang sangat menarik. Kanguru adalah marsupial pertama yang dipelajari dengan metode ini, dan hasil positif ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak penelitian kognitif pada spesies liar lainnya.
Dr. Alexandra Green, dari School of Life and Environmental Sciences di the University of Sydney mengatakan bahwa kanguru adalah fauna endemik Australia yang ikonik, dipuja oleh banyak orang di seluruh dunia tetapi juga dianggap sebagai hewan pengganggu. Ia berharap penelitian ini dapat memberikan spotlight pada kemampuan kognitif kanguru dan membantu menumbuhkan sikap yang lebih positif terhadap mereka.
Sumber:
https://phys.org/news/2020-12-kangaroos-intentionally-humans-reveals.html
https://royalsocietypublishing.org/doi/10.1098/rsbl.2020.0607
https://www.britannica.com/animal/kangaroo/Behaviour
