kumparan
Tekno & Sains26 Maret 2020 19:35

Warna Asli Tubuh Flamingo Bukan Pink

Konten kiriman user
Apa yang paling paling menarik perhatian kita dari seekor burung flamingo? Jawaban kita pasti sama, yaitu tubuhnya yang berwarna pink atau terkadang berwarna oranye. Tapi tahukah kamu bahwa warna tubuh burung yang hidup dekat dengan air ini sebenarnya bukanlah pink. Jadi apa dong warna tubuh flamingo?
800px-Flamingos_Laguna_Colorada.jpg
Kawanan flamingo sedang mencari makan. Sumber gambar: Wikimedia Commons.
Warna asli tubuh flamingo adalah putih. Lalu mengapa yang kita lihat malah warna pink?
ADVERTISEMENT
Pepatah “you are what you eat” atau “kamu adalah apa yang kamu makan” berlaku bagi flamingo. Flamingo menjadi pink dan oranye karena apa yang mereka makan. Flamingo menyantap alga dan hewan-hewan crustacea seperti udang yang mengandung pigmen alfa dan beta karoten. Enzim pada hati flamingo memecah karoten tersebut menjadi molekul pigmen pink dan oranye yang kemudian diserap oleh lemak yang terdapat pada bulu, paruh, dan kaki flamingo. Intensitas warna pink pada tubuh flamingo tergantung dari jumlah pigmen karoten yang mereka konsumsi. Jika mereka mengonsumsi makanan yang tidak mengandung karoten, maka warna pink pada tubuh mereka lama kelamaan akan memudar. Dan, voila! Tampaklah warna asli flamingo, yaitu putih pucat.
Flamingo adalah salah salah satu spesies burung tertua di dunia. Fosil mengatakan bahwa burung ini sudah ada sejak 50 sampai 60 juta tahun lalu. Mereka hidup di iklim tropis dan sub-tropis dan dapat ditemukan di berbagai belahan dunia, mulai dari Karibia, Amerika Selatan sampai Afrika, India, dan juga Mediterania. Hewan ini memiliki enam spesies yang berbeda yang kesemuanya adalah hewan sosial. Satu kelompok burung flamingo dapat terdiri dari puluhan ribu burung.
ADVERTISEMENT
Secara umum, flamingo bukanlah hewan yang suka bermigrasi. Namun dalam keadaan mendesak, seperti perubahan iklim, berubahnya tinggi muka air, atau membekunya permukaan air dapat mendorong flamingo untuk berpindah. Jika flamingo harus bermigrasi maka mereka akan bermigrasi pada malam hari.
Flamingo mencari makan dengan cara menyaring lumpur yang ada di dasar perairan. Kaki-kaki mereka yang panjang memungkinkan mereka untuk berjalan di perairan yang lebih dalam. Ketika ingin menyaring makanan, mereka akan memasukkan paruh mereka ke air, meraup lumpur, dan membalikan paruh tersebut. Paruh flamingo mengandung lamellae yaitu lapisan tipis yang berfungsi untuk memisahkan lumpur dengan udang, alga, moluska, larva serangga, dan mahkluk-makhluk air lainnya.
Flamingo jenis Lesser, James, dan Andean memakan alga, cyanobacteria, dan tanaman. Mereka memiliki paruh yang lebih besar dan lamellae yang lebih kaku untuk menyaring partikel-partikel halus di dalam air. Sementara tiga spesies flamingo lainnya, yaitu flamingo Karibia, Chili, dan flamingo besar memakan organisme yang lebih besar seperti serangga, hewan-hewan invertebrate, dan ikan-ikan kecil. Mereka juga menggunakan kaki mereka untuk mengais-ngais lumpur sehingga udang dan larva dapat keluar dari dasar air.
ADVERTISEMENT
Manusia juga mengonsumsi makanan yang mengandung karoten. Lalu apakah warna kulit manusia juga dapat berubah jika memakan karoten? Bisa. Tapi biasanya manusia tidak mengonsumsi makanan yang mengandung karoten sebanyak flamingo. Contoh makanan yang dikonsumsi manusia adalah wortel yang mengandung beta karoten dan semangka yang mengandung lycopene. Karoten yang manusia konsumsi dapat berperan sebagai antioxidant dan digunakan untuk memproduksi vitamin A.
Flamingo mulai disimpan di kebun binatang pada 1958 di kebun binatang Basel, Swiss. Jenis flamingo yang disimpan saat itu adalah flamingo dari Chili. Semenjak saat itu, flamingo mulai hidup di banyak kebun binatang di dunia. Di kebun binatang di Adelaide di Australia pernah hidup flamingo tertua di dunia. Nama flamingo tersebut adalah greater. Burung ini menutup usia pada Januari 2014 yang lalu dengan umur 83 tahun.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan