Waspadai Efek Berbahaya pada Pengharum Ruangan Kimia

Edison 9955 kali gagal menemukan lampu pijar yang menyala. Jika ia berhenti di percobaan ke 9956, mungkin sekarang kita tidak akan punya lampu.
Tulisan dari Lampu Edison tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pengharum ruangan buatan pabrik bisa jadi tidak se-natural seperti yang dikatakan di iklan.
Seperti yang pernah dijelaskan pada artikel Lampu Edison beberapa waktu yang lalu, bahwa aromaterapi berbau lavender dan melati bisa menjadi anti stress yang seampuh obat anti depresi. Banyak yang mengira bahwa efek yang sama bisa ditimbulkan oleh pengharum ruangan buatan. Meskipun 75% populasi Amerika Serikat membelinya secara rutin, pengharum ruangan dari bahan kimia ini bisa memicu berbagai penyakit seperti alergi dan juga gejala asma. Diantara bahan yang beracun di dalam pengharum ruangan buatan pabrik adalah volatile organic compounds (VOC) dan bahan kimia lainnya. VOC terdapat dalam banyak produk seperti cat, bahan otomotif, dan juga pembersih ruangan. Jenis-jenis VOC yang dianggap berbahaya antara lain acetone, ethanol, d-limonene, pinene, dan acetate.
Bahan kimia lain yang sering digunakan dalam pengharum ruangan adalah benzene dan formaldehyde yang memiliki potensi menyebabkan kanker (karsinogenik). Sebuah riset menyimpulkan bahwa paparan VOC yang berlebih dapat meningkatkan resiko diare pada bayi dan juga sakit kepala pada ibu menyusui. Bahan lain seperti 1,4 dichlorobenzene juga ditengarai dapat memicu masalah pernapasan serius.
Banyak pengharum ruangan juga berisi phthalates yang dapat menyebabkan cacat lahir, masalah hormon, serta masalah seksual. Anak-anak dan juga wanita hamil biasanya diperingatkan untuk berada jauh-jauh dari phthalates. Namun, masalahnya banyak konsumen tidak tahu produk sehari-hari mana yang mengandung bahan yang demikian berbahaya. Tidak hanya pengharum ruangan dalam bentuk aerosol yang biasanya dikeluarkan dalam spray, pengharum ruangan dalam bentuk gel, padatan, atau yang keluar melalui air diffuser juga bisa jadi beracun. Bahkan lilin yang mengeluarkan bau yang menyenangkan juga bisa jadi mengandung bahan kimia berbahaya.
Kent Pinkerton, Ph.D, dari University of California Davis mengatakan “Saya tidak yakin jika pengharum ruangan harus benar-benar dilarang beredar di pasaran. Memang pengharum ruangan mengandung bahan kimia, tetapi belum diketahui pasti seberapa parah efek yang bisa ditimbulkan.” Ia melanjutkan, “Namun demikian, menghindari pemakaian pengharum ruangan yang mengandung bahan kimia adalah sesuatu yang baik. Karena paru-paru kita sudah bekerja sangat keras setiap harinya. Kita menghirup udara yang penuh dengan partikel-partikel berbahaya. Paru-paru kita bekerja keras untuk berfungsi sebagai filter. Namun, fungsi filter ini tidak bekerja dengan sempurna pada orang-orang dengan kondisi imun yang lemah seperti bayi, ibu hamil, dan juga penderita asma. Metabolisme anak-anak belum sekuat orang dewasa untuk bisa menyingkirkan sesuatu yang berbahaya yang masuk ke tubuh mereka.” Pungkas Pinkerton.
Sebuah riset pada 2014 yang diterbitkan di Journal Environmental Health Perspective dan dimuat dalam scientific American juga menunjukkan korelasi antara eksposur phthalates yang dihirup ibu hamil dengan resiko bayi terlahir menderita asma.
Sumber : https://www.scientificamerican.com/article/could-using-air-fresheners-during-pregnancy-boost-childhood-asthma-risk/
Lalu bagaimana jika kita menyukai bau-bauan yang segar dan menangkan?
Ada banyak cara untuk menghilangkan bau tidak sedap serta memberikan aroma yang natural dan aman untuk kesehatan. Berikut beberapa diantaranya :
Sering-sering buka jendela untuk ventilasi yang baik.
Jika tidak ada jendela di ruangan gunakan air purifier yang bisa membersihkan debu dan kotoran dari udara yang kita hirup.
Jika tidak ada air purifier, beberapa jenis tanaman dapat membersihkan udara dengan natural. Diantara jenis tanaman tersebut adalah lidah buaya dan herbras.
Gunakan arang bambu dalam kemasan untuk menyerap bau tidak sedap di toilet dan tempat-tempat lainnya.
Teteskan minyak esensial ke buah pinus (pine cones). Kita bisa meneteskan minyak natural dengan aroma apa saja yang kita suka seperti kayu manis, lavender, dan lain sebagainya. Letakkan pine cones di keranjang setelah meneteskan minyak.
Ambil jeruk dan tusuk dengan cengkeh di banyak bagian. Bau kombinasi antara jeruk dan cengkeh akan menghasilkan bau yang amat segar.
Jeruk dan kayu manis batangan di semangkuk air.
Celup teh rasa mint di dalam air panas dan biarkan bau mint menguar ke seluruh penjuru ruangan.
Sumber : https://considerable.com/are-air-fresheners-bad-for-you/
https://www.womansday.com/health-fitness/wellness/news/a51813/new-study-finds-scented-candles-and-air-fresheners-pose-massive-health-risks/
Sumber Gambar : Pixabay
