Revitalisasi Besar-Besaran, Begini Wajah Baru PKOR Way Halim

Media Online Punya Masyarakat Lampung | Partner Resmi 1001 Startup Media Online Kumparan
Tulisan dari Redaksi Lampung Geh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lampunggeh.co.id, Bandar Lampung — Hari masih amat pagi ketika Lampunggeh menyambangi stadion PKOR Way Halim, Bandar Lampung Senin (11/02) lalu. Beberapa kendaraan roda dua terparkir rapi di depan salah satu pintu masuk stadion. Di antara kabut tipis yang belum tergeser cahaya matahari, suasana stadion tampak amat kontras dan berbeda.
Siapa yang tidak tahu Kompleks Pusat Kegiatan Olah Raga (PKOR) Way Halim. Jika beberapa tahun silam nongkrong dan kongkow di salah satu Ruang Terbuka Hijau di Bandar Lampung ini akan dianggap alay-alay, dan jika malam datang banyak dijumpai karaoke remang-remang yang terkesan negatif. Maka Lampunggeh sarankan agar teman-teman sekalian agar segera membuang jauh stigma itu.
Usai diresmikan oleh Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardho pada 10 Februari 2018 lalu, sejumlah prasarana kompleks PKOR Way Halim benar-benar bersolek. Yang sedang hangat diperbincangkan warga Bandar Lampung adalah lintasan joging Stadion Sumpah Pemuda. Jika sebelumnya hanya beralas tanah alakadarnya, kini berubah drastis dengan adanya lintasan sintetis.
“Iya kalau dulu kan masih tanah, becek sekali. Kalau sekarang jauh lebih nyaman dan bersih.” Tutur David (21 tahun) salah seorang warga Way Halim yang sedang berolahraga di salah satu sisi lapangan.
Terdapat enam lintasan karet sintetis (tartan) yang berwarna biru mengitari rumput hijau stadion. Seorang laki-laki paruh baya tampak bertegur sapa akrab dengan pengunjung lain di atas sepedanya. Di sudut pandang lainnya dua orang gadis muda berlari konstan dengan earphone terselip di telinganya. Tampak nyaman dan senang dengan fasilitas publik yang ada.
Revitalisasi ini memang telah gencar dilakukan sejak dua tahun terakhir. Sebanyak 5 miliar rupiah dana dikucurkan bersumber dari Anggaran Pembangunan Daerah (APBD) tahun 2018. Hal ini direalisasikan agar area PKOR dapat dioptimalkan fungsinya sebagai pusat kegiatan olahraga dan budaya.
Lain David, lain pula Cici Narantika (19 tahun) mahasiswa UIN Raden Intan ini mengaku lebih senang joging di area lapangan berpaving di depan gedung A,B,C yang lokasinya di luar dekat dengan skate park.
Ia mengaku sudah tahu informasi mengenai adanya fasilitas tartan di dalam stadion. “Tapi kalau joging di sini lebih nyaman aja. Sama-sama bersih dari sampah. Nah kalau di sini bisa lihat pemandangan yang lebih luas, tidak seperti terkurung di dalam ruangan gitu.” Tuturnya saat berbincang-bincang dengan Lampunggeh.
Bergeser lagi ke timur, kita akan menemukan patung gajah yang amat mencolok. Berdampingan dengan paving block berhias mural-mural keren yang sangat instagramable. Di bandingkan dengan dua lokasi di atas, tempat ini lebih pas disebut dengan Taman Terbuka Hijau.
Patung Gajah yang posisinya menghadap ke Jl. By Pass Soekarno Hatta ini, ada juga danau air mancur lengkap dengan jembatan gantung bercat merah tua. Mengelilingi danau dipasang pula paving block di antara rindangnya pepohonan hijau yang juga bisa digunakan sebagai alternatif area berjoging.
Sayangnya, ketika Lampunggeh mengunjungi lokasi ini, tidak ada seorangpun pengunjung yang sedang menikmati fasilitas yang ada di sini. Bahkan beberapa pengunjung yang tengah berolahraga di dalam stadion tidak menahu ketika ditanya perihal keberadaan patung gajah yang dicat cantik di area PKOR ini.
Menggelontorkan dana hingga 36 Miliar rupiah, pemerintah provinsi Lampung benar-benar serius merevitalisasi kompleks PKOR Way Halim ini. Mulai dari pembangunan gerbang, sarana penerangan, empat bangunan jaga, sembilan MCK, pembangunan masjid, joging track, pengadaan skate park, ruang terbuka hijau kolam gajah, papan informasi, gedung kesenian dan sarana transportasi.
Revitalisasi besar-besaran ini sukses mengubah total penampilan PKOR Way Halim. Lebih rapi dan bersih dari sebelumnya. Bahkan stigma dan kesan negatif yang tahun-tahun sebelumnya kini lepas sudah.
Tujuan pemerintah provinsi untuk mengembalikan fungsi utama sarana olah raga ini terbilang sukses. Kini PR besar dan catatan penting untuk kita semua. Tidak melulu tugas pemerintah dalam hal menjaga dan merawat fasilitas dan bangunan milik publik.
Kompleks PKOR Way Halim yang baru ini milik kita semua. Dibangun dari pajak pendapatan daerah yang kita bayarkan, untuk kemudian dinikmati secaraa gratis oleh seluruh warga Lampung. Sudah seyogyanya kita memiliki kesadaran diri untuk bertindak turut menjaga mulai dari hal terkecil. Membuang sampah pada tempatnya serta menjaga tangan untuk tidak melakukan vandalisme.(*)
Laporan reporter Lampunggeh Latifah Desti Lustikasari
Editor : M Adita Putra
