Kumparan Logo
Konten Media Partner

3 Buku Karya Ari Pahala Hutabarat Terbit, Ini Jadwal Peluncurannya

Lampung Gehverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Peluncuran dan diskusi buku karya Ari Pahala Hutabarat (APH). | Foto: istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Peluncuran dan diskusi buku karya Ari Pahala Hutabarat (APH). | Foto: istimewa

Lampung Geh, Bandar Lampung - Salah satu Maestro Sastra di tanah Lampung, Ari Pahala Hutabarat (APH) telah menerbitkan 3 karya buku terbaru.

Tiga buku tersebut, yakni Hari-hari Bahagia (Antologi Puisi), Jarah Dusta (Antologi Puisi), dan Kekasihku Meraih Hujan dari Jendela Kamar (Naskah Drama).

Ketiga buku itu telah diterbitkan oleh Lampung Literature yang akan diluncurkan dan didiskusikan pada 7 Oktober 2023 di Gedung Graha Kemahasiswaan Unila lantai 1 pukul 19.00 WIB.

Ketua Lampung Literature, Devin Nodestyo mengungkapkan, kegembiraannya menerbitkan kembali buku karya APH setelah berselang 6 tahun sejak terbitnya Rekaman Terakhir Beckett pada 2017 lalu, sebuah buku yang masuk 5 Besar Kategori Puisi Kusala Sastra Khatulistiwa 2018.

"Upaya optimal sudah kami lakukan agar karya ini bisa sampai ke masyarakat Indonesia khususnya Lampung dan acara  di malam 7 Oktober nanti merupakan salah satunya," katanya.

Menurutnya, selain acara diskusi karya, akan ada sesi pembacaan puisi oleh para penyair Lampung dan pertunjukan musik.

Sementara itu, Inggit Putria Marga, pemenang Kusala Sastra Katulistiwa tahun 2020, yang juga akan menjadi pembahas di peluncuran buku tersebut, mengatakan bahwa karya-karya APH semacam oase di tengah tandusnya sastra di Lampung karena sedikitnya karya yang berkualitas.

"Saya tidak ragu mengatakan bahwa APH adalah salah satu penyair terbaik yang dimiliki Lampung. Sejak dulu saya mengagumi puisi-puisinya, beliau mampu menghadirkan pengalaman-pengalaman puitik terbaik dengan teknik terbaik, gaya bahasa, komposisi, irama, diksi, permainan imajeri, metafor, dan jukstaposisi yang ciamik, dan itu semua bisa kita temukan dalam tiga karya terbarunya itu,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Iswadi Pratama, Penyair dan Tokoh Teater Indonesia mengimbau, di laman instagramnya agar masyarakat terutama kaum pembaca dan pelaku teater membeli buku tersebut terkait urgensinya terhadap perkembangan sastra di Lampung dan Indonesia.

“Karya Ari, terutama yang saya soroti buku Naskah Dramanya, merupakan lakon yang bagus dengan karakter tokoh yang kuat dan tema yang nyaris tak pernah ditemukan dalam drama-drama karya pengarang Indonesia," ungkapnya.

"Selain itu, lakon ini bisa menjadi ‘wakil kuat’ dari sastra drama yang dalam khasanah sastra Indonesia selalu didominasi oleh Novel, Kumcer, dan Sajak," pungkasnya. (Yul/Ansa)