Kumparan Logo
Konten Media Partner

765 Hektare Lahan Sawah di Lampung Kering, Petani Terancam Rugi Ribuan Ton Padi

Lampung Gehverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi lahan sawah kekeringan. | Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lahan sawah kekeringan. | Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

Lampung Geh, Bandar Lampung - Sebanyak 765 hektare lahan pertanian di Provinsi Lampung mengalami kekeringan dampak dari musim kemarau dan fenomena El Nino.

Jumlah tersebut merupakan data dari Pemerintah Provinsi Lampung hingga akhir Agustus 2023.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan, 765 hektare lahan yang mengalami kekeringan itu berada di delapan kabupaten yang ada di Lampung.

"Dari jumlah itu, 93 hektare lahan pertanian mengalami puso (gagal panen)," kata Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dalam paparannya, Kamis (7/9).

Arinal membeberkan, jumlah lahan yang mengalami kekeringan sawah terbanyak ada di Lampung Selatan. Berikut beberapa wilayah Lampung yang mengalami kekeringan, di antaranya:

  1. Lampung Selatan seluas 205 hektare;

  2. Tulang Bawang seluas 135 hektare;

  3. Pesawaran 120 hektare;

  4. Lampung Barat 118 hektare;

  5. Lampung Timur 68 hektare;

  6. Pringsewu 49 hektare;

  7. Way Kanan 45 hektare; dan

  8. Pesisir Barat 25 hektare.

"Potensi kehilangan hasil dampak El Nino ini mencapai 1.954 ton (padi)," ujar Arinal.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memimpin rapat pembahasan dampak fenomena El Nino. | Foto : Galih Prihantoro/ Lampung Geh

Sementara dalam upaya penanganan dampak dari El Nino, ada beberapa langkah yang disiapkan oleh Pemprov Lampung.

Di antaranya, melakukan percepatan tanam dan optimalisasi lahan tadah hujan. Penyebarluasan informasi prakiraan iklim dan kewaspadaan terhadap bencana alam (kekeringan).

Kemudian, sarana pengendalian OPT dan DPI, berupa penyaluran sarana pestisida dan pengadaan pompa air kepada kelompok tani dan wilayah yang membutuhkan.

"BPTPH Lampung juga telah menyalurkan bantuan berupa pompa air sebanyak 204 buah pompa ke 13 kabupaten/kota melalui POPT dan ketua kelompok tani serta 206 unit di Brigade Alsintan. Pompa tersebut merupakan bantuan yang bersifat pinjam pakai," jelas Arinal.

Kemudian, langkah lainnya kata Arinal, dengan optimalisasi pemanfaatan sarana bantuan (sumur, pompa, biopori, embung, long storage) baik swadaya maupun bantuan. Lalu kegiatan Dem Area DPI dan penerapan penanganan dampak perubahan iklim.

Selain itu, dikatakan Arinal, untuk lahan sawah yang mengalami puso atau gagal panen akibat kekeringan atau banjir tetapi tidak terdaftar AUTP akan dialokasikan untuk mendapatkan bantuan benih baik dari bantuan pemerintah melalui kegiatan pengembangan padi maupun dari Cadangan Benih Daerah (CBD).

"Tahun 2023 ini Provinsi Lampung masih ada stok cadangan benih daerah sebanyak 25,03 ton atau setara dengan luasan 1.001 hektare," tandasnya. (Lih)