Kumparan Logo
Konten Media Partner

Baju Adat Lampung Polwan Ini Dapat Penghargaan Busana Terbaik di Upacara HUT RI

Lampung Gehverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Inspektur Polisi Satu (Iptu) Sri Susanti Hutasoit mjadi peraih busana adat terbaik. | Foto: Dok Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Inspektur Polisi Satu (Iptu) Sri Susanti Hutasoit mjadi peraih busana adat terbaik. | Foto: Dok Istimewa

Lampung Geh, Bandar Lampung - Inspektur Polisi Satu (Iptu) Sri Susanti Hutasoit, masuk nominasi busana terbaik dalam upacara penurunan bendera yang dilaksanakan di Istana Negara pada (17/8) kemarin.

Perwira Polri yang berdinas di Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung tersebut hadir di Istana Negara dalam rangka menghadiri undangan untuk menyaksikan putranya yaitu Frans Timothy Prawira Siallagan.

Frans Timothy itu sendiri merupakan siswa kelas XI IPA dari SMA Kebangsaan Lampung Selatan. Ia menjadi salah satu Perwakilan Paskibraka dari Provinsi Lampung yang berperan sebagai Danpok 8 pada upacara penurunan bendera di Istana Negara.

Iptu Sri Susanti Hutasoit menghadiri undangan bersama suaminya, yakni Kompol Sialagan yang berdinas sebagai Kanit 1 Subdit 1 Dit Intelkam Polda Lampung.

"Nggak nyangka saya, kan datang cuma buat undangan karena putra saya anggota paskibraka," katanya saat dihubungi awak media, Jumat (18/8).

Susanti menceritakan, saat itu ia dan suaminya duduk di saat D sebagai undangan orang tua anggota Paskibraka. Tak lama kemudian, ada seorang pria yang mendatangi dan menanyakan namanya.

"Ditanya nama sama difoto. Lalu pria itu bilang, ibu nanti kalau namanya dipanggil tolong maju ya," ucapnya.

Inspektur Polisi Satu (Iptu) Sri Susanti Hutasoit saat mendampingi putranya yang menjadi paskibra. | Foto: Dok Istimewa

Lanjut Susanti, sebelum upacara penurunan bendera dimulai, pria itu kembali menemuinya dan meminta Susanti untuk pindah tempat duduk ke lorong VIP.

"Wah rezeki dari Tuhan, saya jadi makin jelas melihat anak saya karena dipindahkan ke lorong VIP," ujarnya.

Setelah upacara penurunan bendera selesai, namanya dipanggil menjadi salah satu busana adat terbaik. Ia pun maju ke depan untuk menerima penghargaan tersebut.

"Bangganya dobel, putra saya terpilih paskibraka, baju adat Lampung saya salah satu busana adat terbaik," kata dia.

Menurutnya, ia tidak menyiapkan busana khusus untuk menghadiri undangan orang tua Paskibraka tersebut.

"Nggak ada persiapan khusus, cuma putra saya kan mewakili Lampung, jadi pilih baju adat Lampung untuk menghadiri upacara,"pungkasnya. (Yul/Ansa)