Kumparan Logo
Konten Media Partner

Bakti untuk Pendidikan Daerah, Melalui Ekspedisi Pelosok Negeri

Lampung Gehverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Ilustrasi pendidikan pelajar Lampung umumnya | foto: ist.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pendidikan pelajar Lampung umumnya | foto: ist.

Lampung Geh, Bandar Lampung - Ekspedisi Pelosok Negeri merupakan sebuah program yang digagas oleh salah satu lembaga yang bergerak di bidang pendidikan bernama Gebyar Pelajar Lampung (GPL) sebagai bentuk kepedulian nyata untuk pendidikan di daerah perbatasan provinsi.

Program yang digagas oleh sekumpulan milenial yang tergabung dalam alumni Paguyuban Karya Salemba Empat (KSE) Universitas Lampung, ini juga bekerjasama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lampung dalam pelaksanaan.

GPL sendiri merupakan sebuah lembaga yang bergerak di bidang pendidikan terkait penyebaran informasi dan kegiatan kepemudaan, khususnya para pelajar di Provinsi Lampung.

Ramadhani Lil Alamin, salah satu Founder GPL saat ditemui Lampung Geh pada Sabtu (30/3) menuturkan, kegiatan ekspedisi pendidikan ini akan dilakukan perdana, berlokasi di Pekon Bandar Dalam, Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.

"Untuk program ini, kami memang mengkhususkan daerah yang ada di perbatasan Provinsi Lampung. Berupa kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan yang utama dalam dunia pendidikan dengan target adik-adik pelajar di sana," imbuhnya.

Akan berlangsung selama sepekan, sejak 26 April - 1 Mei 2019 ini juga turut menggandeng komunitas seperti, Langkah Khatulistiwa, Yayasan Askarkauny, Komunitas Let's go Trip, Wadah Pecinta Alam Lampung, Relawan Hits dan Penikmat Alam Nusantara sebagai tenaga volunteer.

Rama menggambarkan bagaimana kondisi pendidikan di daerah perbatasan Lampung-Bengkulu itu yang masih jauh dari kata layak, "di sana daerah pemukiman menuju sekolah cukup jauh, literasi dan bacaan amat terbatas, juga perlengkapan tulis adik-adik yang minim," ujarnya.

Akan ada 30 orang volunteer pilihan yang memang sudah berkompeten berkegiatan volunteering mendidik di daerah perbatasan yang akan diberangkatkan dalam misi mulia itu.

Dalam kegiatan ekspedisi tersebut, tidak melulu membantu tenaga pendidik di sana yang berjumlah minin, namun juga membantu para guru untuk terus upgrading sistem pembelajaran yang aplikatif di kelas.

Ricky Rachman Nursa, yang juga termasuk salah satu Founder GPL menambahkan, "kegiatan ini merupakan bentuk aksi nyata dan kepedulian kami pada pendidikan, terlebih kita semua tahu bahwa ada ketimpangan yang sangat tinggi antara pendidikan di daerah perkotaan dan pedesaan."

Ia juga mengatakan, "setidaknya, bagaimana adik-adik diperbatasan juga bisa mengakses lebih banyak bahan bacaan, motivasi dan semangat baru mengenai pentingnya sebuah pendidikan, mengingat faktanya di daerah perbatasan masih minim kesadaran untuk bersekolah hingga jenjang yang lebih tinggi."

Di sisi pengabdian dalam pendidikan, para volunteer juga akan melakukan pengabdian masyarakat seperti penanaman pohon bersama, penyaluran donasi berupa alat tulis, al quran, perlengkapan sekolah, sosialisasi pentingnya pendidikan, pendirian taman baca, gotong royong dan lain sebagainya.

Ricky juga menambahkan bahwa, ketimpangan akses fasilitas pendidikan saat ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, namun semua lapisan masyarakat termasuk komunitas maupun lembaga seperti GPL.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh tim survey Ekspedisi Pelosok Negeri, yang dituturkan oleh Rama, Pekon Bandar Dalam merupakan daerah dengan akses jalan yang amat sulit.

Akses jalan menuju Pekon Bandar Dalam, Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat

"Daerah ini bahkan sudah masuk pemberitaan nasional, dua akses jalan ke sana, melalui pesisir pantai bertebing yang ketika lewat harus menunggu ombak berkompromi atau akses melalui jalan yang kondisinya tanah berlumpur jika hujan," jelasnya.

Menempuh 30 hingga 45 menit perjalanan dari Kecamatan Bengkunat, mayoritas penduduknya merupakan pekerja perkebunan sawit dan karet serta sebagian nelayan dengan pendapatan minim.

Saat ini Gebyar Pelajar Lampung juga menerima donasi berupa dana, perlengkapan sekolah: alat tulis, buku pelajaran, buku bacaan, buku tulis dan tas sekolah yang informasi pendonasian dapat diakses melalui akun Instagram @gebyarpelajarlampung.

"Kegiatan ini dapat dibangun bersama dengan niatan tulus. Semua orang memang selayaknya untuk tergerak dan peduli. Adik-adik pelajar ini juga merupakan bagian dari generasi penerus bangsa di masa mendatang," pungkas Ricky.

Ke depan, Ekspedisi Pelosok Negeri direncanakan akan menyasar pendidikan bagi adik-adik yang ada di jalanan sekitar kota Bandar Lampung. (*)

---

Laporan reporter Lampung Geh Latifah Desti Lustikasari

Editor : M Adita Putra