Kumparan Logo
Konten Media Partner

Balai Karantina Lampung Gelar Diskusi Perkuat Pengawasan Tumbuhan dan Satwa Liar

Lampung Gehverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Balai Karantina Lampung menggelar FGD untuk memperketat pengawasan terhadap tumbuhan dan satwa liar. | Foto: Dini Aulia/ Lampung Geh
zoom-in-whitePerbesar
Balai Karantina Lampung menggelar FGD untuk memperketat pengawasan terhadap tumbuhan dan satwa liar. | Foto: Dini Aulia/ Lampung Geh

Lampung Geh, Bandar Lampung - Forum Group Discussion (FGD) sukses digelar oleh Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung pada Selasa (17/10) di Ballroom Hotel Emersia.

Gubernur Lampung Arinal Junaidi dalam sambutannya mengatakan bahwa perdagangan ilegal satwa liar (PISL) selain akan mengancam keanekaragaman hayati, tentu akan berdampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat, yakni penularan penyakit yang berasal dari satwa.

Untuk mencegah peredaran tumbuhan dan satwa liar (TSL) yang semakin meningkat tentu perlu upaya penanggulangan yang melibatkan para pihak.

Sejalan dengan tujuan tersebut, maka Karantina Pertanian Lampung menggelar Forum Group Discussion (FGD) dengan tema "Sinergi Penguatan Pengawasan dan Pengendalian Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar serta Tumbuhan dan Satwa Langka dari Wilayah Sumatera".

Dalam FGD yang digelar tersebut menghadirkan Kepala Badan Karantina Pertanian, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) dan Dirjen Penegakan Hukum KSDA yang dibuka langsung oleh Ketua Komisi IV DPR RI Sudin, dan didampingi oleh Kepala Badan Karantina Indonesia, yang diwakili oleh Bambang.

Peserta yang hadir dalam acara ini, yakni Karantina dan BKSDA se-Sumatera, Kepolisian, Kejaksaan, Angkatan Laut, Angkutan Udara, Balai Veteriner, BSIP, Dinas Peternakan, Dinas Kehutanan, NGO Pemerhati Satwa, perwakilan maskapai penerbangan, dan ekspedisi.

Kepala Karantina Lampung, Donni Muksydayan mengatakan, sebagai garda terdepan dalam mencegah masuk dan tersebarnya Hama Penyakit Hewan Karatina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) Karantina mempunyai peran strategis dalam menjaga kelestarian sumber daya alam hayati hewan dan tumbuhan.

“Berbagai kendala lain yang dihadapi di lapangan, di antaranya yaitu penanganan satwa pasca penahanan, sangat dibutuhkan lokasi penahanan yang representative sesuai kaidah animal welfare, yang tentunya menjadi PR bersama,” ujarnya.

Sinergi semua pihak dalam penguatan pengawasan dan pengendalian peredaran TSL ini memiliki banyak tantangan.

Tingginya lalu lintas orang maupun barang di Pelabuhan Bakauheni yang juga termasuk Pelabuhan Penyeberangan tersibuk di dunia dengan operasional 24 jam sangat dibutuhkan strategi jitu dalam efektivitas pengawasannya.

"Semoga melalui forum ini dapat semakin memperkuat sinergisitas pengawasan dan pengendalian TSL melalui sistem terpadu yang dibangun bersama," pungkasnya. (Aul/Ansa)