Balita 2,5 Tahun di Lampung Ditemukan Tewas Tenggelam di Lubang Septic Tank

Konten Media Partner
16 April 2024 13:22 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Lokasi penemuan balita tewas tenggelam di lubang septic tank di Dusun Banjarejo, Pekon Mataram, Gadingrejo, Pringsewu. | Foto: Dok Polres Pringsewu
zoom-in-whitePerbesar
Lokasi penemuan balita tewas tenggelam di lubang septic tank di Dusun Banjarejo, Pekon Mataram, Gadingrejo, Pringsewu. | Foto: Dok Polres Pringsewu
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Lampung Geh, Pringsewu - Seorang balita ditemukan tewas akibat tercebur ke dalam lubang septic tank di Dusun Banjarejo, Pekon Mataram, Gadingrejo, Pringsewu, Lampung.
ADVERTISEMENT
Korban diketahui bernama Fatan Naufal berusia 2,5 tahun. Ia ditemukan dalam kondisi mengapung di dalam lubang septic tank sedalam dua meter, pada Senin (15/4) sore.
Kapolsek Gadingrejo AKP Nurul Haq mengatakan korban ditemukan berawal dari kecurigaan orang tua korban yang tidak melihat keberadaan anaknya setelah sebelumnya bermain pasir di dekat rumahnya.
Lokasi penemuan balita tewas tenggelam di lubang septic tank di Dusun Banjarejo, Pekon Mataram, Gadingrejo, Pringsewu. | Foto: Dok Polres Pringsewu
Kemudian, orang tua korban mendapati sepasang sendal korban tergeletak di sekitar tumpukan pasir.
"Saat dilakukan pencarian, korban berhasil ditemukan dalam kondisi mengapung di dalam lubang septic tank," katanya.
Setelah korban ditemukan, korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah praktik mantri kesehatan desa untuk dilakukan pemeriksaan medis.
"Dari hasil pemeriksaan medis, korban dinyatakan sudah tidak bernyawa," ucapnya.
Lokasi penemuan balita tewas tenggelam di lubang septic tank di Dusun Banjarejo, Pekon Mataram, Gadingrejo, Pringsewu. | Foto: Dok Polres Pringsewu
Nurut menjelaskan dari hasil pemeriksaan medis dan identifikasi yang dilakukan tim Inafis Satreskrim Reskrim Polres Pringsewu dan tenaga medis dari Puskesmas Gadingrejo, pada tubuh korban hanya ditemukan luka lecet ringan di bagian pipi sebelah kanan.
ADVERTISEMENT
"Dari hasil pemeriksaan tersebut, kami menyimpulkan bahwa sebab meninggalnya korban murni karena kekurangan oksigen akibat tenggelam," ujarnya.
Menurut Kapolsek, lubang septic tank tersebut baru dibuat dan belum digunakan. Pasalnya, lubang tersebut masih dimanfaatkan oleh para tukang bangunan menampung air untuk pembangunan rumah milik orang tua korban.
Selanjutnya korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Sementara, orang tua korban mengaku menerima dan mengikhlaskan kepergian korban.
"Keluarga korban juga membuat surat pernyataan tidak bersedia dilakukan proses autopsi terhadap jenazah korban," tuturnya.
Nurul pun mengimbau kepada masyarakat terutama para orang tua untuk tidak lepas pengawasan terhadap anak-anaknya khususnya yang masih balita.
"Kami tak henti-henti mengingatkan para orang tua yang memiliki anak kecil untuk lebih waspada dan memantau aktifitas dan keberadaan anak-anaknya," pungkasnya. (Yul)
ADVERTISEMENT