Kumparan Logo
Konten Media Partner

Banjir di Bandar Lampung Tinggalkan Lumpur, Warga Gotong Royong Bersihkan Rumah

Lampung Gehverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi pasca banjir bandang di Jalan RE Marthamartadinata, tepatnya Kampung Pasar Ambon, Kelurahan Pesawahan, Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung, Sabtu (18/1). | Foto: Sinta Yuliana/Lampung Geh
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi pasca banjir bandang di Jalan RE Marthamartadinata, tepatnya Kampung Pasar Ambon, Kelurahan Pesawahan, Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung, Sabtu (18/1). | Foto: Sinta Yuliana/Lampung Geh

Lampung Geh, Bandar Lampung - Kondisi pasca banjir bandang di Jalan RE Marthamartadinata, Kelurahan Pesawahan, Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung, Sabtu (18/1).

Berdasarkan pantauan Lampung Geh, lumpur yang terbawa arus banjir masih memenuhi kampung Pasar Ambon. Terlihat warga bergotong-royong membersihkan lumpur yang menutupi jalan kampung.

Tampak perabotan rumah tangga berserakan di depan rumah. Petugas gabungan telah berada di lokasi untuk membantu warga membersihkan lumpur.

Kondisi pasca banjir bandang di Jalan RE Marthamartadinata, tepatnya Kampung Pasar Ambon, Kelurahan Pesawahan, Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung, Sabtu (18/1). | Foto: Sinta Yuliana/Lampung Geh

Salah satu korban banjir, Sulaiman mengatakan air surut sekitar pukul 23.00 WIB. Namun, meninggalkan lumpur yang sangat tebal.

"Banjirnya itu hampir setinggi pintu, kalo surutnya udah dari jam 23.00 WIB, tapi itu hanya airnya aja, lumpurnya banyak banget setinggi betis orang dewasa," katanya kepada Lampung Geh.

Kondisi pasca banjir bandang di Jalan RE Marthamartadinata, tepatnya Kampung Pasar Ambon, Kelurahan Pesawahan, Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung, Sabtu (18/1). | Foto: Sinta Yuliana/Lampung Geh

Sulaiman menambahkan, warga sekitar membutuhkan bantuan seperti logistik makanan dan tenaga dari aparat setempat.

"Kami butuh tenaga karena warga sudah lelah dari semalam belum istirahat, karena ini lumpur sangat tebal, jadi sangat membutuhkan tenaga dan bantuan alat alat untuk membersihkan lumpur," pungkasnya. (Yul/Put)