Kumparan Logo
Konten Media Partner

Banjir di Lampung Selatan: Jalan di Suak, Sidomulyo, Rusak hingga Akses Terputus

Lampung Gehverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi jalan yang rusak hingga akses terputus di Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan. | Foto: Roza Hariqo/Lampung Geh
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi jalan yang rusak hingga akses terputus di Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan. | Foto: Roza Hariqo/Lampung Geh

Lampung Geh, Bandar Lampung - Akses jalan di Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, terputus karena banjir, Kamis (27/10).

Jalan terkikis air banjir hingga rusak tersebut tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Berdasarkan pantauan Lampung Geh di lokasi, aspal di jalan desa tersebut mengelupas dan sebagian amblas. Warga yang akan berlalu lalang terpaksa membuat jembatan sementara dari kayu dan besi.

Tak jauh dari jalan tersebut, juga ada pantai. Curah hujan tinggi juga mengakibatkan air meluap ke jalan hingga amblas.

Kondisi jalan yang rusak hingga akses terputus di Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan. | Foto: Roza Hariqo/Lampung Geh
Kondisi jalan yang rusak hingga akses terputus di Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan. | Foto: Roza Hariqo/Lampung Geh

Selain jalan di Desa Suak terputus, beberapa lokasi juga didapati masih tergenang banjir. Namun, ketinggian sudah menurun sekitar 10-20 cm.

Sementara itu, Kepala Desa Suak, Juli Wahyudin mengatakan, jalan yang amblas tak bisa dilalui merupakan salah satu jalur akses.

"Ada 4 titik jalur akses untuk lalu lalang," kata Juli saat diwawancarai.

Tinggi air tertinggi pun mencapai 100 cm atau setinggi dada orang dewasa. "Tingginya tadi bisa sampe setinggi dada orang dewasa," lanjutnya.

Kondisi jalan yang rusak hingga akses terputus di Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan. | Foto: Roza Hariqo/Lampung Geh

Mengenai kerugian dari warganya, Juli masih berkoordinasi dengan aparat desa lainnya apa saja kerugiannya.

"Tapi yang dialami masyarakat kesulitan sumber air bersih, barang barang dapur ikut hanyut segala macam, kompornya juga," terang Juli.

Bahkan, warga juga ada yang tidak bisa menepati rumahnya karena banjir ini. "Sebagian ada di posko ada yang tetap di rumahnya," lanjutnya. (*)