Kumparan Logo
Konten Media Partner

Bawaslu Lampung Gelar Deklarasi Kampanye Damai Menjelang Pilkada 2024

Lampung Gehverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penandatangan pakta integritas kampanye damai oleh calon gubernur Lampung nomor urut 1, Arinal Djunaidi | Foto : Eka Febriani / Lampung Geh
zoom-in-whitePerbesar
Penandatangan pakta integritas kampanye damai oleh calon gubernur Lampung nomor urut 1, Arinal Djunaidi | Foto : Eka Febriani / Lampung Geh

Lampung Geh, Bandar Lampung - Menjelang masa kampanye Pilkada 2024, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Lampung menggelar Deklarasi Kampanye Damai, di Gedung Bagas Raya pada Senin (23/9). Ketua Bawaslu Provinsi Lampung, Iskardo P. Panggar menjelaskan, kampanye akan berlangsung selama 60 hari, dimulai pada 25 September hingga 23 November 2024. Ia menekankan pentingnya menjaga suasana damai selama kampanye, dengan mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal yang tercermin dalam semboyan “Sang Bumi Ruwa Jurai”. “Pilkada adalah momentum penting bagi masa depan Lampung. Kita harus menjunjung tinggi semboyan Sang Bumi Ruwa Jurai dan prinsip Fiil Pesengiri serta Nemui Nyimah dalam setiap tahapannya,” ujarnya.

Penandatangan pakta integritas kampanye damai oleh calon gubernur Lampung nomor urut 2, Rahmat Mirzani Djausal | Foto : Eka Febriani / Lampung Geh
zoom-in-whitePerbesar
Penandatangan pakta integritas kampanye damai oleh calon gubernur Lampung nomor urut 2, Rahmat Mirzani Djausal | Foto : Eka Febriani / Lampung Geh

Ia juga mengingatkan, tanggung jawab menjaga kedamaian tidak berhenti pada hari pemungutan suara saja. “Menjaga kedamaian bukan hanya tugas saat pemungutan suara, tetapi harus terus dipertahankan untuk stabilitas pasca-Pilkada," kata Iskardo Iskardo berharap kepada para calon agar tidak menyebarkan hoaks, isu SARA, atau ujaran kebencian. "Harapan kita adalah Pilkada 2024 berjalan damai, tanpa hoaks atau isu SARA," pungkasnya. Sementara itu, Pj. Gubernur Lampung, Samsudin mengapresiasi acara deklarasi sebagai simbol komitmen bersama untuk menjalankan Pilkada yang damai, jujur, dan adil. “Deklarasi ini bukan sekadar formalitas, tetapi komitmen untuk mewujudkan proses Pilkada yang jujur dan adil. Mari kita ciptakan suasana aman selama pemilu,” ujar Samsudin. Ia menyerukan semua pihak untuk bersikap netral dan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang aman. Dalam deklarasi ini diakhiri dengan pembacaan deklarasi damai oleh ketua tim pemenangan dari masing-masing pasangan calon. Selanjutnya, penandatanganan pakta integritas oleh kedua paslon dan pihak terkait menegaskan komitmen semua pihak untuk menghindari hoaks, isu sara, serta praktik-praktik yang tidak etis selama proses pemilihan. (Cha/Ansa)