Berkunjung ke Sentiko Farm: Bayar Rp 10 Ribu, Petik dan Makan Jeruk Sepuasnya

Lampung Geh, Pesawaran - Merasakan sensasi memetik dan makan buah jeruk sepuasnya dengan membayar Rp 10.000, hanya ada di Agrowisata Kebun Jeruk Sentiko Farm, Pesawaran, Lampung.
Sentiko Farm merupakan agrowisata kebun buah jeruk yang ada di Dusun V Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran. Untuk ke tempat ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar 35 menit dari Kota Bandar Lampung.
Begitu memasuki Sentiko Farm, pengunjung akan disambut dengan pohon-pohon jeruk dengan buahnya yang sangat menggoda untuk disantap. Selain itu, pengunjung juga dapat berfoto-foto ria di sekitar pohon jeruk yang pastinya Instagramable.
Di atas lahan seluas 1 hektare ini setidaknya terdapat 600 pohon jeruk, yang saat ini sudah siap panen. Satu pohon bisa menghasilkan sekitar 25 kilogram jeruk, dan jika dikalkulasikan sebanyak 600 pohon dapat menghasilkan hingga 13 ton buah jeruk.
Harga tiket masuk yang dikenakan untuk pengunjung hanya Rp 10.000 saja, sudah dapat berkeliling areal perkebunan, memetik langsung buah jeruk dan makan sepuasnya. Pengunjung dapat merasakan segar dan manisnya jeruk yang dipetik langsung dari pohonnya. Jeruk yang sudah matang ditandai ada warna semburat kuning, dan agak empuk saat ditekan dengan jari.
Bagi pengunjung yang ingin memetik untuk dibawa pulang, akan dikenai harga Rp 12.000 perkilogramnya, yang bisa ditimbang di tempat yang sudah disediakan pengelola. Selain membawa pulang buah jeruk, Sentiko Farm juga menyediakan bibit atau pohon jeruk untuk ditanam oleh pengunjung, sebatang bibit pohon jeruk dihargai Rp 15.000 saja. Pohon ini akan berbuah setelah usia 3 tahun jika dilakukan perawatan dan pemupukan dengan baik.
Limin Santoso, selaku pemilik Sentiko Farm mengatakan bahwa tahun ini merupakan tahun kedua kebun jeruknya panen. "Ini sudah tahun yang kedua, dan jenis jeruk ini dapat berbuah setelah usia 3 tahun. Jadi hasil kebun, yaitu buah jeruk yang ada di Sentiko Farm ini tidak kita petik dan jual keluar, tapi kita jadikan agrowisata. Jadi pengunjung bisa berkunjung ke sini jika ingin membelinya, metik sendiri, dan bisa makan sepuasnya," ujar Limin saat diwawancarai Lampung Geh.
Varietas buah jeruk yang ada di Sentiko Farm yaitu Jeruk BW dan Jeruk Keprok Siam. Jika dlilihat sekilas buahnya hampir sama, namun memiliki perbedaan pada kulit buahnya, jenis Jeruk Keprok Siam memiliki kulit lebih tipis dan lentur, dan jeruk BW memiliki kutit yang lebih ketas dan mudah pecah. Jika dilihat dari daunnya, Jeruk BW memiliki daun cenderung kecil dan panjang, sedangkan Jeruk Keprok Siam memiliki daun lebih besar dan lebar. Namun untuk rasanya, kedua jenis jeruk ini sama-sama manis dan segar.
Setiap tahunnya, buah jeruk di Sentiko Farm bisa dipanen ketika memasuki bulan Agustus dan September, atau hanya sekali berbuah dalam satu tahun. Selain meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Sungai Langka, Limin memiliki misi mengedukasi para generasi muda untuk melahirkan petani milenial.
"Kita juga punya misi, selain meningkatkan pemberdayaan dan kesejahteraan petani Desa Sungai Langka, kita ingin mengedukasi khususnya di bidang pertanian kepada generasi muda. Kita harapkan mereka akan menggantikan dan meneruskan sektor pertanian di masa depan," kata Limin.
Limin mengatakan, kualitas hasil-hasil pertanian yaitu buah-buahan yang ada di Lampung, dapat bersaing dengan buah impor. "Untuk kualitas hasil pertanian, khususnya buah-buahan yang ada di Lampung saya yakin mampu bersaing dan menyejahterakan kehidupan petani Lampung. Namun ini dengan catatan, jangan sampai pemerintah mengambil keputusan untuk impor buah. Jika pemerintah sudah membuka keran impor buah, maka harga kita bisa anjlok. Padahal untuk rasa, buah-buahan kita mampu bersaing, karena jeruk BW ini memiliki rasa khas yang berbeda dengan jeruk impor," terang Limin.
Permasalahan yang sering dihadapi di perkebunan jeruk ini, menurut Limin adalah hama. "Kalau jeruk BW ini bisa bertahan di seluruh wilayah, jadi tidak ada alasan jeruk ini tidak bisa ditanam di Lampung. Karena jeruk BW ini hampir terdapat di seluruh Lampung. Kemudian, persoalan lain yang sering kita hadapi pada masa sekarang ini adalah lalat buah, yang akan menyengat dan menyebabkan kebusukan pada buah. Tapi kita sudah menangkalnya melalui perangkap lalat buah di setiap pohon," tutur Limin.
Namun sejauh ini, serangan hama lalat buah terhitung aman dan dapat dikendalikan. Sehingga buah jeruk di Sentiko Farm dapat dinikmati oleh pengunjung.
Agrowisata kebun jeruk ini mampu menarik wisatawan, dalam sehari bisa mencapai 600 pengunjung. Kebanyakan pengunjung masih berasal dari Lampung, terutama Kabupaten Pesawaran, Pringsewu, hingga Bandar Lampung. (*)
