Berkunjung ke Suhita Bee Farm, Peternakan Lebah Penghasil Madu di Bandar Lampung

Lampung Geh, Bandar Lampung - Melihat peternakan madu di Suhita Bee Farm, lebah tanpa sengat yang hasilkan madu berkualitas.
Suhita Bee Farm atau Peternakan lebah madu Suhita terletak di Jalan Jalan Batin Mangku Negara, Batu Putuk, Kecamatan Teluk Betung Utara, Kota Bandar Lampung. Jarak tempuh dari pusat Kota Bandar Lampung sekitar 30 menit.
Di peternakan lebah madu Suhita, jenis lebah yang dibudidayakan untuk menghasilkan madu adalah jenis lebah Trigona. Trigona sendiri merupakan jenis lebah penghasil madu yang tidak bersengat, atau biasanya disebut dengan lebah klanceng. Lebah Trigona ini memiliki ukuran panjang tubuhnya sekitar 3-4 milimeter, dan berwarna hitam. Jenis lebah ini biasanya terdapat di alam liar, sehingga masih jarang dibudidayakan. Namun, di peternakan lebah madu Suhita kita dapat melihat lebah-lebah Trigona sudah berada pada sarang-sarang yang terbuat dari kotak kayu.
Memasuki peternakan lebah madu Suhita akan disambut dengan berbagai macam jenis tanaman, yang fungsinya sebagai sumber nektar bagi para lebah. Bukan hanya tanaman bunga, tetapi juga tanaman kayu seperti akasia juga ternyata mampu menghasilkan nektar untuk para lebah penghasil madu ini. Dan rasa madu yang dihasilkan cukup kaya rasa, sesuai dengan vegetasi di Suhita Bee Farm, mulai dari rasa dominan manis, asam dan manis, hingga dominan asam.
Peternakan lebah madu Suhita yang ada di Batu Putu Bandar Lampung merupakan representasi dari peternakan yang ada di beberapa daerah di Lampung. Bersama mitra, Suhita telah memiliki peternakan di Way Kanan, Tanggamus dan Pesisir Barat. Berkiprah sejak 2014, Suhita Bee Farm telah memiliki sekitar 500 koloni lebah yang tersebar di empat daerah. Jika dilihat dari jenisnya, ada delapan jenis lebah Trigona, yakni Hetero Trigona Itama, Apicalis, Genoa Trigona Torasica, Apis Malifera, Apis Cerana, Lefiset dan Biroi.
Melihat bentuk sarangnya, lebah trigona memiliki bentuk sarang yang cukup unik. Di dalam kotak kayu, para lebah trigona ini akan membuat jalan seperti terowongan yang mirip dengan pipa. Berbeda dengan lebah pada umumnya dengan penampung madu berbentuk segi enam, madu yang dihasilkan oleh lebah trigola ditampung dalam kantong madu menyerupai gentong. Para lebah akan membuat wadah seperti gentong, kemudian menampung madu yang dihasilkannya, dan menutup kantong tersebut.
Kinan Suyadi, pemilik Suhita Bee Farm mengatakan bahwa yang membedakan produk madu mikiknya dengan produk madu yang lainnya adalah dari segi penanganan pascapanen, di samping dari jenis lebah madu yang dibudidaya.
"Kualitas madu yang kami pertahankan untuk madu Suhita adalah dari penanganan pascapanen. Kami mempunyai teknologi treatment khusus, sehingga kualitas madunya terjaga, dan teknologi penanganan pasca panen ini baru kita yang punya. Sebagus apapun kualitas madunya, kalau penanganan pasca panennya tidak tepat, maka dapat merusak kualitas madu itu sendiri," jelasnya.
Jadi, madu-madu yang dihasilkan dari Suhita Bee Farm di berbagai daerah, setelah panen akan langsung dibawa ke tempat penanganan pascapanen yaitu di Suhita yang ada di Bandar Lampung. Tempat ini sekaligus menjadi toko yang dapat dikunjungi jika ingin membeli madu Suhita, yaitu di Jalan Purnawirawan I, Langkapura, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung.
Jadi, kalau akan membeli produk madu Suhita bisa langsung datang ke tokonya, karena untuk farm yang ada di Batu Putuk tidak dibuka untuk kunjungan umum. Tapi jangan khawatir, di Toko Madu Suhita, pembeli juga akan diberikan edukasi mengenai madu, membedakan madu asli dengan madu palsu atau yang sudah ditambahkan bahan lain, sampai madu yang sudah rusak. Di Toko Madu Suhita, pembeli juga dapat memilih berbagai jenis madu, sesuai dengan kebutuhan tubuh, misalnya untuk treatment penyakit lambung dan lainnya.
Untuk harga, cukup terjangkau, ada beberapa macam kemasan, mulai dari harga Rp 100 ribu, hingga Rp 170 ribu perbotolnya. Atau, bisa juga membeli madu Suhita di beberapa online shop, dan bisa melihat katalognya di Instagram @madu_suhita. (*)
