Kumparan Logo
Konten Media Partner

BMKG Lampung: Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang

Lampung Gehverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi hujan deras di wilayah Lampung. | Foto: Sinta Yuliana/Lampung Geh
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hujan deras di wilayah Lampung. | Foto: Sinta Yuliana/Lampung Geh

Lampung Geh, Bandar Lampung – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Radin Inten II Lampung Selatan mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang yang berpeluang terjadi di sebagian besar wilayah Lampung dalam beberapa hari ke depan, terutama pada siang hingga malam hari.

Menurut BMKG, dinamika atmosfer di wilayah Lampung menunjukkan kondisi yang cukup aktif dengan potensi peningkatan curah hujan di beberapa wilayah. Secara global, indeks ENSO di NINO 3.4 tercatat -0.42 (kategori netral menuju La Niña lemah) dengan nilai SOI +4.3, yang menunjukkan dominasi tekanan rendah di wilayah barat Indonesia. Kondisi ini mendukung pembentukan awan konvektif yang memicu hujan di wilayah Lampung.

Selain itu, indeks Dipole Mode (DMI) bernilai negatif (-1.20), memperkuat aliran uap air dari Samudra Hindia ke Indonesia bagian barat, termasuk Lampung. Fase MJO juga sedang aktif di kuadran 3 (Indian Ocean) dan diperkirakan bergerak menuju kuadran 4 (Maritime Continent) pada akhir periode, bersamaan dengan aktivitas gelombang ekuatorial jenis Kelvin dan Rossby yang melintas di sekitar Sumatera bagian selatan.

BMKG mencatat, anomali suhu muka laut (SST) di perairan Selat Sunda dan pesisir barat Lampung berkisar antara +0.7 hingga +2.2°C, yang mendukung peningkatan penguapan dan kelembapan udara lapisan bawah. Secara regional, analisis menunjukkan adanya daerah konvergensi di sekitar Lampung bagian tengah dan selatan serta nilai CAPE >1200 J/kg, menandakan atmosfer yang cukup labil dan mendukung pembentukan awan Cumulonimbus (Cb).

“Kombinasi dari berbagai faktor atmosfer tersebut menyebabkan potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di sebagian besar wilayah Lampung, terutama pada siang hingga malam hari,” ujar Rudi, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Radin Inten II Lampung Selatan, Senin (3/11).

Lebih lanjut, Rudi juga menjelaskan mengenai suasana panas dan gerah yang dirasakan masyarakat belakangan ini. Kondisi tersebut secara meteorologis disebabkan oleh suhu udara yang tinggi disertai kelembapan udara yang juga meningkat.

“Semakin banyak uap air yang terkandung di udara, maka akan semakin lembap. Jika pada saat bersamaan sinar matahari langsung memanaskan permukaan karena tutupan awan berkurang, maka udara terasa lebih panas dan gerah,” jelas Rudi.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, petir, dan angin kencang yang dapat menyebabkan banjir, genangan air, maupun pohon tumbang.

“Masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG,” tutup Rudi. (Dho/Lua)