Kumparan Logo
Konten Media Partner

Cengkih asal Lampung jadi Sorotan, Berikut Data Produksi Cengkih di Indonesia

Lampung Gehverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja menjemur cengkih di Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawaesi Selatan, Kamis (3/9/2020). Foto: Arnas Padda/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja menjemur cengkih di Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawaesi Selatan, Kamis (3/9/2020). Foto: Arnas Padda/Antara Foto

Lampung Geh, Bandar Lampung - Hasil perkebunan cengkih di Lampung menjadi sorotan usai adanya temuan Cesium-137 dalam jumlah terbatas di perkebunan cengkeh di Lampung.

Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Satgas Penanganan Cesium-137, Bara Hasibuan mengatakan dari hasil pengecekan, dua area yakni pabrik di Surabaya dan perkebunan di Pati clear, tak ada kontaminasi. Sementara ada temuan Cesium-137 dalam jumlah terbatas di perkebunan cengkeh di Lampung.

"Kami bisa memberikan konfirmasi bahwa ditemukan kontaminasi di perkebunan di Lampung. Kontaminasi tersebut ditemukan dalam jumlah terbatas dan tidak meluas ke wilayah atau komoditas lainnya," kata Bar, Selasa (14/10).

Sementara berdasarkan data Kementerian Pertanian, Indonesia memproduksi cengkeh sebanyak 147,9 ribu ton pada tahun 2024.

Produksi cengkeh paling banyak berasal dari Sulawesi Tengah sebanyak 23.265 ton, sedangkan Lampung berada di peringkat ke-16 yakni sebanyak 2.053 ton. Artinya, Lampung menyumbang 1,4 persen dari total produksi cengkeh nasional tahun lalu.

Berikut daftar lengkap provinsi yang menghasilkan cengkeh di Indonesia pada 2024.

  1. Sulawesi Tengah: 23.265 ton

  2. Maluku: 21.809 ton

  3. Sulawesi Selatan: 21.121 ton

  4. Sulawesi Tenggara: 14.404 ton

  5. Sulawesi Utara: 10.327 ton

  6. Jawa Barat: 10.277 ton

  7. Jawa Timur: 9.035 ton

  8. Aceh: 5.917 ton

  9. Jawa Tengah: 5.295 ton

  10. Maluku Utara: 4.430 ton

  11. Nusa Tenggara Timur: 4.337 ton

  12. Kepulauan Riau: 2.635 ton

  13. Banten: 2.633 ton

  14. Bali: 2.344 ton

  15. Sumatera Barat: 2.320 ton

  16. Lampung: 2.053 ton

  17. Sumatera Utara: 2.010 ton

  18. Sulawesi Barat: 1.246 ton

  19. Gorontalo: 1.065 ton

  20. DI Yogyakarta: 560 ton

  21. Kalimantan Barat: 323 ton

  22. Nusa Tenggara Barat: 178 ton

  23. Bengkulu: 163 ton

  24. Sumatera Selatan: 92 ton

  25. Kalimantan Selatan: 37 ton

  26. Jambi: 27 ton

  27. Papua: 22 ton

  28. Papua Tengah: 10 ton

  29. Kalimantan Utara: 6 ton

  30. Papua Barat: 5 ton

  31. Papua Selatan: 5 ton

  32. Kalimantan Timur: 2 ton

  33. Kepulauan Bangka Belitung: 1 ton

  34. Papua Barat Daya: 1 ton. (Ansa/Lua)