Kumparan Logo
Konten Media Partner

Dekan Fakultas Kedokteran Unila Bantah Dirinya Dibawa KPK

Lampung Gehverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. | Foto: Sinta Yuliana/Lampung Geh
zoom-in-whitePerbesar
Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. | Foto: Sinta Yuliana/Lampung Geh

Lampung Geh, Bandar Lampung - Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Dyah Wulan Sumekar bantah terkait dirinya dibawa tim penyidik KPK saat penggeledahan di Gedung Rektorat Unila pada Senin (22/8) malam.

"Mohon maaf saya sedang perjalanan ke luar kota. Ini saya lagi ada acara ke Jakarta acaranya Kolegium Obgin, bareng Wakil Dekan," jelasnya saat dihubungi via telepon, Selasa (23/8).

Sebelumnya, beredar kabar bahwa Dekan Fakultas Kedokteran Unila Dyah Wulan Sumekar, dibawa tim penyidik KPK pasca penggeledahan di Gedung Rektorat Unila, Senin (22/8) malam.

Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. | Foto: Sinta Yuliana/Lampung Geh

Sementara itu, Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja sama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Unila, Prof. Suharso juga membantah kabar Dekan Fakultas Kedokteran Unila yang dibawa tim penyidik KPK saat penggeledahan.

"Tidak ada orang Unila yang dibawa, mereka hanya membawa dan memeriksa berkas-berkasnya, bukan orang," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lakukan penggeledahan selama 12 jam di Gedung Rektorat Universitas Lampung, Senin (22/8).

Saat keluar gedung Rektorat Unila, terlihat tim penyidik membawa sebanyak lima koper. Kemudian, koper tersebut dimasukkan ke dalam 8 mobil disertai penjagaan ketat dari kepolisian. (*)