Desa Labuhan Ratu VII Lampung Timur, Wisata Edukasi Penuh Petualangan

Lampung Geh, Lampung Timur - Uji Coba Paket Wisata Desa Labuhan Ratu VII, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur memberikan suasana tersendiri, dari wisata edukasi hingga petualangan berkeliling potensi alam dan ekonomi.
Lampung Geh mendapat kehormatan untuk menjadi peserta uji coba paket wisata di Desa Labuhan Ratu VII. Kegiatan uji coba yang difasilitasi oleh Konsorsium Unila-ALeRT di bawah dukungan program Tropical Forest Conservation Action for Sumatera (TFCA-Sumatera), dilaksanakan selama 3 hari dimulai pada Senin (9/3) hingga Rabu (11/3).
Agenda pertama menuju Rumah Konservasi Universitas Lampung di Dusun Margahayu, Desa Labuhan Ratu VII, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur.
Di rumah konservasi tersebut kami disambut oleh Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Labuhan Ratu VII, Basuki Rahmat; Penanggung Jawab Konsorsium Ulina ALeRT, Elly L. Rustiati; dan Kepala Bidang (Kabid) Destinasi Dinas Pariwisata Lampung Timur, Adianto.
Ketua Pokdarwis Desa Labuhan Ratu VII, Basuki Rahmat, menyambut baik atas kehadiran para peserta Uji Coba Paket Wisata di Desa Labuhan Ratu VII.
"Selamat datang di Desa Labuhan Ratu VII, Lampung Timur bagi para peserta, terima kasih sudah turut hadir. Kami mohon bantuan doa semoga desa ini bisa berkembang dengan baik," katanya kepada para peserta.
Di kesempatan tersebut, Basuki juga memberikan selendang batik dari produknya dengan perpaduan dari motif gajah, padi, dan mahkota.
"Kenapa motifnya gajah, itu ada filosofinya gambar gajah itu saya ambil gajah dukul. Dia kemana-mana sendiri saja tak berkelompok, konon dia penguasa rimba yang sangat disegani oleh kelompok gajah lainnya. Kenapa dikatakan dukul, karena dia tak punya gading," jelasnya.
Gambar padi, sambung dia, karena mayoritas masyakat desa tersebut bertani. Menurutnya motif tersebut melambangkan kesuburan dan kemakmuran.
"Kalau mahkota di siger itu Lampung Timur ada tulisan Bumi Tuah Pepadan. Semoga kita aplikasikan dengan batik tulis tersebut dan bisa menambah keberuntungan," tandasnya.
Serupa juga yang diungkapkan, Penanggung Jawab Konsorsium Unila ALeRT, Elly L. Rustiati, jika Desa Labuhan Ratu VII telah mendapatkan kesempatan untuk diuji paket wisatanya.
"Kami dari Unila dan ALeRT bersama-sama mengerjakan pendampingan Desa Labuhan Ratu VII. Harapannya kami bisa menjadikan Desa Labuhan Ratu VII bisa memiliki potensi ekonomi tersendiri supaya go internasional," papar dia.
Sementara itu, Kabid Destinasi Dinas Pariwisata Lampung Timur, Adianto, menuturkan bahwa Desa Labuhan Ratu VII ini memiliki potensi wisata yang harus dikembangkan, baik dari ekonomi maupun alam.
"Kami dari Dinas Pariwisata Lampung Timur menyambut baik kegiatan hari ini, karena Bupati di periode ini memang sangat intens dengan sektor pariwisata sejak kepemimpinan beliau pada 2016 lalu untuk mengembangkan potensi desa," tuturnya.
Adianto menjelaskan jika perlu adanya pemaksimalan destinasi wisata di pedesaan untuk mengubah citra dari Lampung Timur sendiri yang dikenal sebagai kabupaten rawan kriminalitas.
"Untuk pengembangan kapaitas masyarakat kita akan lakukan stimulus dan periodik, banyak pelajaran yang kita dapat ekonomi di desa selalu bernagkat dari keinginan dan kesadaran dari pemuda. Semoga bisa diambil manfaat dari sana potensi wisatanya," pungkasnya.
Dalam pengujian ini meliputi destinasi agrowisata, kuliner, akses jalan, homestay, dan beberapa potensi lainnya.(*)
