Diguyur Dana ADB, Unila Akan Lanjutkan Pembangunan Rumah Sakit PTN Pada 2022

Konten Media Partner
27 November 2021 18:23
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Diguyur Dana ADB, Unila Akan Lanjutkan Pembangunan Rumah Sakit PTN Pada 2022 (210025)
zoom-in-whitePerbesar
Gambaran desain RSPTN Unila, Sabtu (27/11) | Foto : Ist
ADVERTISEMENT
Lampung Geh, Bandar Lampung - Teken kerjasama dengan Asian Development Bank (ADB) Unila akan melanjutkan pembangunan Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) pada 2022 mendatang, Sabtu (27/11).
Diguyur Dana ADB, Unila Akan Lanjutkan Pembangunan Rumah Sakit PTN Pada 2022 (210026)
zoom-in-whitePerbesar
Rektor Universitas Lampung Prof Karomani saat diwawancarai awak | Foto : Sidik Aryono/ Lampung Geh
Hal tersebut diungkapkan oleh Rektor Unila, Prof Karomani kepada awak media di Universitas Lampung (Unila). Dia membeberkan, kontrak kerjasama dengan ADB akan ditandatangani setidaknya pada akhir bulan November atau awal Desember 2022.
ADVERTISEMENT
"Jadi pembangunannya akan dimulai lagi nanti tahun 2022. Itu sudah clear insyaallah, tinggal sinkronisasi dan tanda tangan dengan Bappenas saja," ujarnya.
Prof Aom, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa gedung rumah sakit yang ada sekarang merupakan hibah dari Pemkot Bandar Lampung senilai Rp 100 milyar lebih. "Nanti kita akan buat gedung baru khusus Rumah Sakit Unila, ditambah dengan pusat studinya," katanya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Menurutnya, cita-cita Unila untuk memiliki rumah sakit sudah dirancang sejak lama, namun karena sejumlah kendala, sehingga realisasinya secara bertahap. "Cita-cita mendirikan Rumah Sakit Unila sudah sejak zaman pak Sugeng, tapi mungkin ada berbagai kendala sehingga belum terselesaikan. Bahkan waktu itu hanya pondasinya saja, sampai sekarang masih ada," jelasnya.
"Selanjutnya akan kita tuntaskan. Dan saya berterimakasih atas kerjasama semuanya. Kita juga membuat tim baru yang betul-betul solid, tanpa henti kita bekerja untuk memenuhi apa yang disyaratkan oleh ADB. Alhamdulillah kita tembus dengan ADB, dan ada juga nanti denga Korea Selatan," lanjutnya
ADVERTISEMENT
Dia membeberkan, kontrak kerjasama dengan ADB sebesar Rp 600 milyar akan berlangsung hingga 2026. Maka, operasional rumah sakit Unila juga belum bisa ditargetkan dalam waktu cepat.
"Dan untuk menjadi rumah sakit itu kita harus melakukan capacity building, mulai dari pelatihan dokternya sampai persiapan peralatan dan fasilitasnya. Jadi tidak sembarangan, dan mulai sekarang kita siapkan dr spesialisnya," bebernya.
Guna mendorong persiapan RSPTN, Unila juga menerima dr spesialis sebagai ASN. "Saya ingin RSPTN Unila itu bukan rumah sakit, tapi rumah sehat. Bagaimana orang datang ke situ tidak seperti rumah sakit, ada Starbuck, ada anti gempanya, ada taman untuk menghilangkan kejenuhan pasien. Pokoknya konsep rumah sakit masa depan, jadi orang atau pasien yang datang merasa nyaman tidak seperti di rumah sakit. Mudah-mudahan ini juga bisa menambah kesehatan pasien," pungkasnya. (*)
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020