Disdikbud Lampung Minta Pengawasan Ketat Program MBG Usai Kasus Keracunan Siswa

Lampung Geh, Bandar Lampung – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico, meminta pengawasan ketat terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul kasus keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Kecamatan Sukabumi pada Jumat (29/8) lalu. Thomas mengungkapkan, kejadian serupa juga dialami puluhan siswa SMK Negeri 5 Bandar Lampung. "Di SMK 5 Bandar Lampung ada sekitar 30 siswa yang keracunan, tapi sekarang sudah sembuh dan pulang," ujarnya, saat diwawancarai pada Senin (8/9). Ia menekankan, pentingnya peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan tenaga ahli gizi di sekolah untuk memastikan kualitas makanan yang didistribusikan. “Ahli gizi harus fokus melaksanakan tugasnya dengan baik. Semua bahan baku harus dicek betul-betul, benar-benar fresh dan higienis karena ini penting. Kalau tidak fresh, kualitas makanan bisa menurun,” kata Thomas. Menurutnya, pengolahan makanan, terutama sayuran, sebaiknya dilakukan menjelang distribusi agar tetap segar. “Persoalannya adalah proporsionalisme terkait dengan ahli gizi. Benar tidak dia memastikan bahan baku higienis dan fresh? Sayur, bakso, atau capcay harus memenuhi kualifikasi kesehatan,” jelasnya.

Thomas juga meminta peran aktif pihak sekolah dan orang tua dalam melaporkan temuan di lapangan. “Kalau ada temuan, segera infokan ke kami supaya bisa memberikan rekomendasi kepada SPPG maupun Badan Gizi Nasional agar kasus ini tidak terulang di seluruh wilayah Lampung,” tambahnya. Hingga kini, program MBG sudah menjangkau sebagian besar SMA di Lampung dengan hampir 150 dapur penyedia yang telah beroperasi. “Provinsi Lampung ini terbanyak di Indonesia. Beberapa PPG juga sudah melakukan MoU dengan pengguna manfaat untuk operasional di seluruh Lampung,” ujar Thomas. Ia juga menyebutkan, sebagai bentuk tanggung jawab, pihak SPPG memberikan kompensasi Rp500 ribu kepada setiap siswa yang terdampak keracunan di SMK Negeri 5 Bandar Lampung. (Cha/Ansa)
