Kumparan Logo
Konten Media Partner

DPM Unila Gelar Sekolah Legislatif, Dorong Mahasiswa Pahami Peran Legislator

Lampung Gehverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Lampung (DPM U KBM Unila) menggelar kegiatan Sekolah Legislatif 2025. | Foto: Putri/Lampung Geh
zoom-in-whitePerbesar
Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Lampung (DPM U KBM Unila) menggelar kegiatan Sekolah Legislatif 2025. | Foto: Putri/Lampung Geh

Lampung Geh, Bandar Lampung - Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Lampung (DPM U KBM Unila) menggelar kegiatan Sekolah Legislatif 2025 pada Minggu (12/10) di Gedung A1 Fakultas Pertanian Unila.

Kegiatan ini Mengusung tema “Bersuara untuk Perubahan: Belajar Legislasi, Mewakili dengan Arti”, kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan pemahaman legislatif dan memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber mulai dari anggota DPD RI, DPRD Provinsi Lampung, hingga asisten Deputi Kemenpora RI sebagai keynote speaker.

kegiatan Sekolah Legislatif 2025 pada Minggu (12/10) di Gedung A1 Fakultas Pertanian Unila. | Foto: Lampung Geh

Selain itu, acara juga dihadiri oleh Rektor Universitas Lampung, Lusmeilia Afriani yang diwakili oleh wakil rektor 3 Universitas Lampung.

Sunyono, selaku Wakil Rektor 3 Universitas Lampung, memberikan sambutan sekaligus membuka acara sekolah legislatif dengan melakukan pemukulan gong.

Ibnu hasan, Asisten Deputi Kemenpora RI, mengatakan harus lebih serius untuk menghadapi masa depan, karena tantangan yang akan datang lebih sulit dibandingkan hari ini.

Ia menerangkan pemimpin harus berani, punya nyali, mampu menginspirasi orang, dan mampu menjadi teladan.

kegiatan Sekolah Legislatif 2025 pada Minggu (12/10) di Gedung A1 Fakultas Pertanian Unila. | Foto: Lampung Geh

Kemudian dilanjut dengan pengisian materi oleh anggota DPD RI, Abdul Hakim tentang cara membangun legislatif mahasiswa yang visioner, kompeten dan berintegritas.

Abdul Hakim juga menyampaikan sebagai anggota legislatif, kita harus punya fungsi variabel lingkungan strategis dan variabel lingkungan internal mahasiswa atau kampus, agar mahasiswa dapat mencapai visi dan misi nya.

Materi selanjutnya, dibawakan oleh M. Syukron Muchtar, anggota DPRD Provinsi Lampung yang membahas tentang analisis fungsi legislatif, representasi dan pengawasan.

Anggota DPRD setiap provinsi berbeda jumlah nya sesuai dengan jumlah masyarakatnya. Dan di Provinsi Lampung ada 85 orang, hal itu disampaikan oleh anggota DPRD provinsi Lampung dalam presentasinya. (Putri/Put)