Kumparan Logo
Konten Media Partner

Dua Remaja di Bandar Lampung Meninggal Usai Tenggelam di Air Terjun

Lampung Gehverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Remaja yang ditemukan tenggelam di air terjun lubuk law, Padang Cermin, Pesawaran. | Foto: Dok Humas Basarnas Lampung
zoom-in-whitePerbesar
Remaja yang ditemukan tenggelam di air terjun lubuk law, Padang Cermin, Pesawaran. | Foto: Dok Humas Basarnas Lampung

Lampung Geh, Pesawaran - Dua remaja asal Bandar Lampung meninggal dunia usai tenggelam di air terjun lubuk law, Padang Cermin, Pesawaran, Lampung, Rabu (11/6).

Dua remaja itu bernama Deka Pamungkas (19) warga Bakung, Kecamatan Teluk Betung Barat, Bandar Lampung dan Noval Oktavialdo (20) warga Sukarame.

Kepala Kantor SAR Lampung Deden Ridwansah mengatakan kejadian itu berawal pada Selasa (10/6) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu tiga remaja asal Bandar Lampung berenang di pinggir Air Terjun Lubuk Law, Padang Cermin.

Remaja yang ditemukan tenggelam di air terjun lubuk law, Padang Cermin, Pesawaran. | Foto: Dok Humas Basarnas Lampung

Tiba-tiba dari hulu datang arus deras dan mereka terbawa ke tengah pusaran air terjun. Kemudian mereka berusaha menyelamatkan diri dengan berenang ke pinggir air terjun.

"Mereka berusaha berenang ke pinggir, dikarenakan kelelahan 2 orang tidak dapat menyelematkan diri dan tenggelam sedangkan 1 orang berhasil selamat," katanya.

Warga setempat berusaha untuk mencari kedua korban, namun belum ditemukan. Sehingga melaporkan kejadian ke Kantor SAR Lampung untuk meminta bantuan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihaknya mengerahkan 1 tim rescue Kantor SAR Lampung untuk menuju lokasi kejadian dan melaksanakan pencarian dan pertolongan.

Tim SAR gabungan mulai melakukan pencarian pada Selasa (10/6), dikarenakan kondisi yang kurang kondusif, sehingga pencarian dilanjutkan pada Rabu (11/6).

"Tim SAR gabungan dibagi menjadi 2 SRU, SRU 1 melakukan penyelaman di lokasi diduga korban tenggelam dan SRU 2 melakukan penyisiran via darat di pinggir aliran air terjun radius 1 km dari lokasi kejadian," ucapnya.

Pada sekitar pukul 09.15 WIB korban Novaldo Oktavialdo ditemukan meninggal dunia. Lalu pukul 11.30 WIB korban Deka Pamungkas ditemukan meninggal dunia.

"Dengan ditemukannya seluruh korban maka operasi SAR diusulkan untuk ditutup dengan ucapan terima kasih. Selanjutnya kedua korban diserahkan kepada pihak keluarga," pungkasnya. (Yul/Put)