Kumparan Logo
Konten Media Partner

Dukung Pariwisata, Folk dan Disparekraf Lampung Gelar Lampung Festival di PKOR

Lampung Gehverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Disparekraf Lampung berkolaborasi dengan FOLK. | Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Disparekraf Lampung berkolaborasi dengan FOLK. | Foto: Istimewa

Lampung Geh, Bandar Lampung - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung resmi menjalin kerja sama dengan Forum Lampung Kreatif (Folk) dalam pelaksanaan Lampung Festival 2025 yang akan digelar pada 11-25 November 2025 di PKOR Way Halim, Bandar Lampung.

Kerja sama ini sebagai langkah awal dalam mendukung program “Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas” dan program strategis Dinas Pariwisata yaitu Lampung Boemi Event.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Bobby Irawan, mengatakan bahwa Lampung Boemi Event hadir sebagai jawaban atas tantangan pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah.

Disparekraf Lampung berkolaborasi dengan FOLK. | Foto: Istimewa

“Melalui program ini, kita ingin melibatkan seluruh unsur, mulai dari pelaku industri pariwisata, pelaku ekonomi kreatif, asosiasi, komunitas, UMKM, BUMN, akademisi hingga media. Semua bersinergi untuk mewujudkan visi-misi Gubernur Lampung,” katanya.

Bobby menambahkan, semangat kolaborasi menjadi ciri khas dalam pelaksanaan berbagai event pariwisata di Lampung, termasuk pada Lampung Festival tahun ini yang digagas bersama FOLK.

"Forum kreatif Lampung ini merupakan gabungan dari beberapa unsur komunitas seperti rekan-rekan media, pelaku industri pariwisata, pelaku event, pelaku kreatif," ujarnya.

Ia berharap, FOLK dapat menjadi wadah untuk menyatukan semangat, memperkuat program kerja dan mendukung seluruh kegiatan dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung.

Disparekraf Lampung berkolaborasi dengan FOLK. | Foto: Istimewa

Sementara itu, Ketua Forum Lampung Kreatif (FOLK), Ale Riqwan Sahari, menyampaikan komunitas memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan pariwisata, terutama di tengah isu efisiensi anggaran.

“FOLK hadir bukan untuk menunggu anggaran pemerintah. Kami percaya, komunitas bisa langsung memberi kontribusi nyata. Banyak daerah lain seperti Jember dan Banyuwangi sudah sukses menggelar event besar tanpa terlalu bergantung pada APBD,” ungkapnya.

Diketahui, Lampung Festival 2025 rencananya akan diisi dengan berbagai kegiatan kreatif dan atraksi budaya yang melibatkan masyarakat luas, serta menjadi ruang kolaborasi lintas sektor untuk mengangkat potensi daerah. (Yul/Put)