Kumparan Logo
Konten Media Partner

Ekonomi Lampung Tumbuh 5,47 Persen, Kerja Sama Internasional Jadi Andalan

Lampung Gehverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal saat memimpin delegasi Lampung dalam ajang Shandong International Friendship Cities Cooperation and Exchange Week di Provinsi Shandong, Tiongkok | Foto : Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal saat memimpin delegasi Lampung dalam ajang Shandong International Friendship Cities Cooperation and Exchange Week di Provinsi Shandong, Tiongkok | Foto : Dok. Istimewa

Lampung Geh, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi Lampung mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,47 persen pada triwulan I tahun 2025 (year-on-year), tertinggi di Pulau Sumatera.

Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor.

Capaian tersebut menjadi landasan optimisme Pemprov Lampung dalam menyusun strategi pembangunan jangka panjang, salah satunya dengan menguatkan kerja sama internasional sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

Dalam 100 hari pertama kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela, Pemprov telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi dalam RPJMD 2025–2029 sebesar 4,9 hingga 5,3 persen, berdasarkan rekomendasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal saat memimpin delegasi Lampung dalam ajang Shandong International Friendship Cities Cooperation and Exchange Week di Provinsi Shandong, Tiongkok | Foto : Dok. Istimewa

Salah satu langkah strategis dilakukan pada akhir Mei 2025, saat Gubernur Rahmat Mirzani Djausal memimpin langsung delegasi Lampung dalam ajang Shandong International Friendship Cities Cooperation and Exchange Week di Provinsi Shandong, Tiongkok, pada Senin (26/5).

Dalam forum tersebut, Lampung menjadi satu-satunya provinsi dari Indonesia yang hadir, bersama dengan perwakilan dari Kota Malang.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Mirza menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan Pemerintah Provinsi Shandong sebagai dasar penyusunan nota kesepahaman kerja sama lintas sektor.

“Lampung dan Shandong memiliki kesamaan sebagai lumbung pangan serta daerah dengan pelabuhan internasional strategis. Ini membuka peluang besar untuk kolaborasi di bidang pertanian modern, pengembangan kawasan industri, dan infrastruktur pelabuhan,” ujar Gubernur Mirza, Senin (26/5).

Ia juga menegaskan komitmen Pemprov untuk terus membuka peluang investasi.

“Kami ingin menjadikan Lampung sebagai destinasi investasi unggulan, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.

Dalam forum yang sama, Ketua Apindo Lampung Ary Meizari juga menjalin kerja sama dengan CEO Pauli Shandong Taiyuan Energy Co., Ltd., yang di fasilitasi Gubernur Mirza.

Kerja sama ini mencakup investasi di sektor smart farming, pariwisata, dan industri berbasis teknologi.

Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Shandong merupakan tindak lanjut dari kunjungan Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok untuk wilayah Sumatera, Zhang Min, ke Lampung pada 19 Mei 2025.

“Teknologi pertanian dari Pauli Group diproyeksikan dapat meningkatkan produktivitas hingga 30 persen, terutama pada komoditas padi, jagung, dan hortikultura,” jelas Elvira.

Ia menambahkan, implementasi program akan dilakukan melalui kemitraan dengan petani lokal agar terjadi transfer teknologi sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Selain bidang ekonomi, kerja sama ini juga meliputi sektor pendidikan, pertukaran pemuda, pemberian beasiswa, serta pemanfaatan teknologi citra satelit untuk mendukung tata ruang wilayah di Lampung. (Cha/Put)