Kumparan Logo
Konten Media Partner

Embung Kemiling Capai 70%, Ditargetkan Jadi Pengendali Banjir Bandar Lampung

Lampung Gehverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pembangunan embung atau penampung air di Jalan Teuku Cik Ditiro, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung | Foto : Dok. Ist
zoom-in-whitePerbesar
Pembangunan embung atau penampung air di Jalan Teuku Cik Ditiro, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung | Foto : Dok. Ist

Lampung Geh, Bandar Lampung – Pembangunan embung atau penampung air di Jalan Teuku Cik Ditiro, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, kini telah mencapai progres sekitar 70 persen.

Embung ini diproyeksikan menjadi salah satu infrastruktur untuk mengendalikan potensi banjir, khususnya di wilayah hilir Kota Bandar Lampung yang selama ini kerap terdampak limpasan air dari kawasan perbukitan.

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung Budi Darmawan mengatakan, pekerjaan embung berlangsung sesuai spesifikasi kontrak dan terus diawasi secara ketat.

“Progresnya alhamdulillah baik ya, kita juga bisa sama-sama menyaksikan di sana bahwa kita coba untuk betul-betul mengawasi dengan ketat. Rekanan juga sudah melaksanakan pekerjaan itu sesuai dengan spesifikasi yang kita minta dalam kontrak,” kata Budi saat diwawancarai Lampung Geh, Rabu (10/12).

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Lampung Budi Darmawan | Foto : Eka Febriani / Lampung Geh

Ia menyebutkan, progres pembangunan saat ini berada di angka sekitar 70 persen dan ditargetkan rampung pada pertengahan bulan ini.

“Mudah-mudahan progresnya itu saat ini sudah sekitar 70 persen ya, 70 persenan ya. Mudah-mudahan di tanggal-tanggal 20 ini mungkin PSDA bisa selesai,” ujar Budi.

Embung Kemiling dibangun dengan luas tampungan sekitar 1,5 hektare dan memiliki kapasitas tampung air mencapai sekitar 30 juta meter kubik.

Fasilitas ini disiapkan untuk menampung limpasan air hujan dari kawasan atas Kemiling yang selama ini langsung mengalir ke kawasan permukiman di daerah yang lebih rendah.

“Kalau luas tampungannya sekitar 1,5 hektare, sampai 1,5 hektare lebih lah ya luas tampungannya. Kalau dari hitungan bisa sekitar 30 juta ya,” jelas Budi.

Menurut Budi, fungsi utama embung tersebut adalah konservasi air serta pengendalian banjir.

Air hujan yang sebelumnya langsung mengalir bebas dan berpotensi menimbulkan genangan kini akan ditampung terlebih dahulu sebelum dialirkan secara terkendali.

“Jadi embung itu fungsinya untuk konservasi dan untuk pengendalian banjir juga. Jadi air-air yang selama ini itu liar, terus terbuang, itu akan kita tampung untuk persediaan,” ucap dia.

Ia menambahkan, pembangunan embung ini menjadi langkah antisipatif terhadap perubahan tata ruang di kawasan Kemiling yang semakin padat oleh perumahan dan bangunan.

“Kita antisipasi ini kan tidak hanya sekarang tapi di masa depan juga. Sebagaimana kita lihat di daerah, walaupun itu daerah yang tinggi, sekarang sudah banyak pembangunan di sana, perumahan-perumahan, sehingga air-air yang tadinya kemana-mana itu kita bisa tampung di situ. Dan kemudian terutama alirannya ke daerah yang lebih rendahnya itu bisa kita kontrol,” ungkap Budi.

Selain berfungsi sebagai pengendali banjir, embung tersebut juga akan dimanfaatkan sebagai kawasan ekowisata dan sarana olahraga dengan fasilitas jogging track untuk masyarakat.

“Nantinya juga ada fungsi ekowisata juga dan juga itu kan dilengkapi dengan sarana olahraga juga ada jogging track. Mudah-mudahan nanti warga bisa memanfaatkannya untuk rekreasi dan untuk olahraga,” kata Budi.

Terkait status lahan, Budi memastikan tidak ada persoalan hukum. Lahan pembangunan embung merupakan hibah dari pemilik dan telah memiliki dokumen resmi.

“Kalau dari kami itu lahan itu tidak ada masalah karena kita sudah terima hibah dan ada sertifikatnya. Hibah dari yang punya lahan. Jadi yang jelas kita punya akte hibah dan sertifikatnya,” tegas dia.

Jika tidak ada kendala, setelah pembangunan selesai, embung Kemiling direncanakan akan segera diresmikan.

“Dan mungkin insya Allah nanti kalau Pak Gubernur ada kesempatan, ada waktu, kita akan meresmikan Kemiling itu,” pungkasnya. (Cha/Lua)