Empat Siswa Ini Wakili Lampung Sebagai Parlemen Remaja 2019

Lampung Geh, Bandar Lampung - Dari 11.825 peserta yang mengikuti seleksi, empat siswa ini secara resmi mewakili Provinsi Lampung sebagai Parlemen Remaja 2019 yang diselenggarakan oleh Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI.
Keempat siswa itu, M. Iqbal Frayudha siswa SMA Negeri 9 Bandar Lampung, Arbi Tio Suhendro siswa SMK Negeri 3 Metro, Luki siswa SMK YPI Way Jepara, dan Dwi Septia Ningrum siswa MAN 2 Lampung Utara.
M. Iqbal Frayudha, mengatakan jika dirinya termotivasi untuk mengikuti kegiatan ini karena ingin menggali ilmu tentang politik di Indonesia.
"Motivasi saya ingin mendapatkan pendidikan tentang politik dan juga menambah teman, karena di situ ada perwakilan dari seluruh Indonesia. Kita juga akan mengenal adat masing-masing karena di situ kan ada pemaparan visi dan misi daerah," katanya saat dihubungi Lampung Geh, Rabu (21/8).
Iqbal, sapaan akrabnya, mengaku telah melewati beberapa proses sebelum terpilih sebagai perwakilan Parlemen Remaja 2019 asal Lampung.
"Prosesnya itu dimulai dari tanggal 1-31 Juli 2019 untuk mengumpulkan persyaratan essi, video, dan CV. Kemudian tahap seleksi penilaian dari panitia dari tanggal 1-14 Agustus 2019 itu sekaligus pengumumannya," papar Iqbal.
Siswa yang juga menjabat sebagai Kepala Departemen Program Kerja Forum OSIS Nusantara 2019 mengungkapkan bahwa ini sebagai bentuk untuk mengharumkan nama Provinsi Lampung.
"Tujuan saya untuk mengharumkan nama sekolah dan daerah, kedua saya sedang merumuskan kebijakan yang akan disampaikan ke DPR nanti," ungkap Iqbal.
Dalam hal ini, Parleman Remaja 2019 perwakilan Lampung dibagi dalam 2 Daerah Pemilihan (Dapil) dan dari masing-masing Dapil akan dipilih 2 orang siswa. M. Iqbal Frayudha dan Arbi Tio Suhendro dipilih sebagai Dapil Lampung I, sedangkan Luki dan Dwi Septia Ningrum ditetapkan sebagai Dapil Lampung II.
"Tanggal 2 September (2019) nanti kita akan ke Jakarta untuk mengikuti rangkaian acaranya. Itu ada rapat kerja Komisi 7, rapat Paripurna DPR RI dan kita sebagai pembicaranya. Jadi masing-masing peserta itu akan dibagi per fraksi dan per komisi. Kegiatannya dari tanggal 2-4 September 2019," terangnya.
Dalam rapat kerja tersebut, Iqbal akan menyampaikan isu tentang proses pengolahan sampah di sekolah. Menurutnya itu, karena pada tahun ini rapat kerja Komisi 7 tengah membahas tentang lingkungan hidup.
"Dari hal yang saya sampaikan itu, saya juga ingin memotivasi kawan-kawan untuk mewujudkan visi pemerintah SDM Unggul Indonesia Maju," ujar siswa yang juga sempat menjadi Duta Anak Kabupaten Pringsewu 2018.
Disinggung untuk mengkritik kinerja anggota DPR RI, Iqbal menuturkan bahwa sudah seharusnya orang yang saat ini duduk di kursi parlemen lebih mendengarkan suara rakyat kecil.
"Untuk anggota DPR mereka harus mendengarkan aspirasi-aspirasi dari masyarakat bawah, karena saat ini yang kita tahu prosesnya cukup kurang transparan," singgungnya.
Sebagai salah satu perwakilan Lampung, Iqbal mengharapkan pemerintah juga turut mendukung keempat siswa yang akan berangkat ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasinya ke DPR RI.
"Saya juga berharap remaja di Lampung ini bisa termotivasi dan tergerak untuk ikut serta membangun Lampung. Ini juga sebagai ajang pembelajaran kami berempat khususnya dan semua umumnya untuk berpendidikan politik ke depan," pungkasnya.
Dilansir dari situs dpr.go.id, Parlemen Remaja adalah pendidikan politik dan demokrasi kepada para generasi muda untuk sedini mungkin. Kegiatan ini dilakukan karena pendidikan politik di kalangan remaja saat ini masih terbatas, ditambah dengan adanya ketidakberimbangan informasi politik yang beredar di masyarakat.
Terutama yang disampaikan oleh media merupakan urgensi perlunya diadakan kegiatan yang dapat memberikan gambaran nyata kepada generasi muda tentang tugas dan fungsi parlemen.
Oleh karena itulah Sekretariat Jenderal dan Badan keahlian DPR RI, melalui Biro Pemberitaan Parlemen mengadakan kegiatan Parlemen Remaja yang diadakan tiap tahun sejak 2008 silam.
Urgensi lain diadakannya kegiatan Parlemen Remaja adalah adanya amanat dari Asosiasi Parlemen Dunia (IPU) yang menetapkan tanggal 15 September sebagai 'International Day Of Democracy'. Indonesia sebagai bagian dari keanggotaan IPU diamanatkan untuk menyelenggarakan kegiatan Parlemen Remaja sebagai wahana pendidikan demokrasi.(*)
----
Laporan reporter Lampung Geh Obbie Fernando Editor : M Adita Putra
