Kumparan Logo
Konten Media Partner

Gerakan Seribu Pohon 5.0 ajak 350 Peserta di Lembah Suhita

Lampung Gehverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gerakan Seribu Pohon 5.0 yang berkolaborasi dengan lintas komunitas di selenggarakan di Lembah Suhita | Foto : Dok. Ist
zoom-in-whitePerbesar
Gerakan Seribu Pohon 5.0 yang berkolaborasi dengan lintas komunitas di selenggarakan di Lembah Suhita | Foto : Dok. Ist

Lampung Geh, Bandar Lampung — Gerakan Seribu Pohon 5.0 kembali digelar dan menjadi ruang kolaborasi lintas komunitas untuk memperkuat kesadaran ekologis masyarakat.

Tahun ini, Lembah Suhita menjadi tuan rumah sekaligus lokasi penanaman pohon bersama yang berlangsung selama dua hari, 15–16 November 2025.

Founder Seribu Pohon, Rizkia Meutia Putri menyampaikan, kegiatan tahunan ini dirancang sebagai wadah edukasi, aksi lingkungan, sekaligus penguatan peran masyarakat dalam menjaga keberlanjutan alam.

“Gerakan ini tidak hanya tentang menanam pohon, tetapi tentang membangun hubungan yang lebih dekat dengan alam melalui kolaborasi,” ujarnya.

Gerakan Seribu Pohon 5.0 yang berkolaborasi dengan lintas komunitas di selenggarakan di Lembah Suhita | Foto : Dok. Ist

Pelaksanaan Gerakan Seribu Pohon 5.0 melibatkan berbagai pihak, mulai dari Bank Indonesia, PT Bukit Asam, UMKM, komunitas, hingga lembaga pemerintahan.

Sejumlah peserta hadir dari Kebun Raya ITERA, West Payungi, Youth Sanitation Concern (YSC), AJP, TANGAN Lampung, ENPOS, DLH Provinsi Lampung, TAHURA, Empowomen, UNILA, Indonesia Photography Courses, Ternatea, Suhita, Kahut Sigerbori, Aulian Toys, Hafwa, Bangau Kitchen, Mitra Print, Polarix, Wheeling Academy, serta media Lampung Geh. Total peserta lebih dari 350 orang.

Hari pertama dibuka dengan penampilan Tari Remo oleh Komunitas Anak Sawah sebagai simbol penghormatan terhadap alam dan budaya lokal.

Dilanjutkan dengan ritual tari kesenian tanpa musik, hanya menggunakan suara alam sebagai doa pembuka dan harapan untuk keberkahan kegiatan.

Peserta kemudian melakukan penanaman pohon Kaliandra di sepanjang area sungai. Pohon ini dipilih karena memiliki fungsi ekologis penting yaitu menjaga kualitas air, mencegah erosi, serta menjadi pakan lebah yang mendukung ekosistem perlebahan di Lembah Suhita.

Selain itu, panitia juga membagikan 1.650 bibit produktif kepada masyarakat, meliputi bibit pala, alpukat, duren, dan aren.

Gerakan Seribu Pohon 5.0 yang berkolaborasi dengan lintas komunitas di selenggarakan di Lembah Suhita | Foto : Dok. Ist

Pembagian bibit tersebut bertujuan mendukung penghijauan berkelanjutan, ketahanan pangan, dan peningkatan ekonomi lokal.

Peserta juga mengikuti edukasi lebah madu serta kegiatan panen lebah, salah satu atraksi wisata edukasi unggulan di Lembah Suhita.

Hari pertama kemudian ditutup dengan barefoot walk, aktivitas pembumian untuk mengajak peserta merasakan kedekatan langsung dengan alam.

Seluruh konsumsi kegiatan disiapkan masyarakat setempat, termasuk hidangan tradisional sumpil, sebagai bentuk dukungan pada kearifan lokal dan pemberdayaan ekonomi warga.

Pada hari kedua, kegiatan berfokus pada grounding di alam dan workshop edukatif.

Terdapat Workshop Ecoprint for Kids yang dibawakan oleh Kahut Sigerbori, serta pelatihan pembuatan kombucha oleh pelaku UMKM Ternatea, produsen kombucha asal Lampung.

Rizkia Meutia menegaskan, Gerakan Seribu Pohon 5.0 adalah contoh bagaimana sinergi masyarakat, komunitas, lembaga pemerintah, dan pelajar dapat menciptakan dampak ekologis yang nyata.

Ia berharap, kegiatan seperti ini terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak pihak.

“Kolaborasi adalah kunci. Ketika banyak pihak terlibat, gerakan lingkungan tidak hanya menjadi kampanye, tetapi menjadi budaya,” kata Rizkia.

Gerakan Seribu Pohon 5.0 di Lembah Suhita diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam menciptakan ruang hidup yang lebih hijau, sehat, dan harmonis bagi generasi mendatang. (Cha/Lua)