Gubernur Ajak Pemkab Pesawaran Ciptakan Peluang Baru Pengembangan Parekraf

Konten Media Partner
20 Desember 2021 19:13
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat memberikan arahan pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Pesawaran, Senin (20/12) | Foto : Ist
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat memberikan arahan pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Pesawaran, Senin (20/12) | Foto : Ist
Lampung Geh, Pesawaran - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengajak jajaran Pemkab Pesawaran berkolaborasi dan berinovasi mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif agar tercipta peluang baru, Senin (2012).
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat meninjau kerajinan UMKM di Kabupaten Pesawaran, Senin (20/12) | Foto : Ist
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat meninjau kerajinan UMKM di Kabupaten Pesawaran, Senin (20/12) | Foto : Ist
Hal itu disampaikan Gubernur Arinal saat memberikan arahan ekowisata dan edukasi wisata di Kabupaten Pesawaran, di Lapangan Brigif Marine Ecopark Piabung.
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bersama Bupati Pesawaran meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19, Senin (20/12) | Foto : Ist
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bersama Bupati Pesawaran meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19, Senin (20/12) | Foto : Ist
"Kuncinya kita harus berkolaborasi, berinovasi dan beradaptasi dengan kondisi saat ini, terus kreatif dalam berkarya dan inovatif dalam berusaha menciptakan peluang baru untuk mewujudkan masyarakat Lampung Berjaya," ujar Arinal.
Arinal menyampaikan bahwa pariwisata dan ekonomi kreatif dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mempunyai efek ganda (multiplier effect) bagi masyarakat dalam membangun ekonomi daerah.
Menurut Arinal, Kabupaten Pesawaran memiliki banyak destinasi wisata. Hal ini menjadi titik awal dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Masa-masa sebelum pandemi melanda sektor pariwisata dan ekonomi kreatif diproyeksikan menjadi core economy dan penyumbang devisa terbesar di Indonesia.
"Hal ini karena Indonesia memiliki ribuan destinasi wisata yang sangat bernilai, dan mengingat pembangunan infrastruktur terus digalakkan, maka wajar apabila pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi andalan bagi pemasukan negara," ungkap Arinal.
Arinal mengakui, pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan prioritas visi misinya sebagai gubernur. "Dalam hubungan ini kita terus mematangkan pengembangan sektor kepariwisataan Lampung," tambahnya.
Di tengah kondisi sekarang ini, disadari bahwa Lampung memiliki banyak kelebihan dan peluang yang bisa dimanfaatkan. Sejauh ini, pembangunan sektor kepariwisataan Provinsi Lampung telah mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Lampung memiliki keunggulan dengan aksesibilitas yang mudah dan dekat dengan ibukota negara.
Untuk mendukung pembangunan sektor pariwisata dan sektor lainnya di Kabupaten Pesawaran, Pemerintah Provinsi Lampung telah melakukan rekonstruksi dan rehabilitasi jalan sebanyak 8 ruas jalan, pemberian sarana dan prasarana pertanian, serta sarana penunjang bagi UMKM.
"Alhamdulillah, Provinsi Lampung tahun ini telah mendapatkan dukungan dari pusat dengan rencana pembangunan Bakauheni Harbour City. Hal ini telah ditandai dengan Ground Breaking pada hari Rabu tanggal 27 Oktober 2021 yang meliputi pembangunan Masjid BSI, Area UMKM, Renovasi Menara Siger, Creative Hub, Housing Development & Enterpreneur Center," jelas Arinal.
Dijelaskan pula oleh gubernur bahwa Program Smart Village Desa Berjaya pada tanggal 25 Maret 2021 telah menunjukkan progres yang positif. Terdapat 1.063 Desa atau 40,27% dari total Desa di Provinsi Lampung telah terhubung dengan Aplikasi Smart Village. Selain itu juga Integrasi Aplikasi Elektronik Samsat Desa atau e-Samdes dalam Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor melalui BUMDes.
Smart village atau desa cerdas merupakan pengembangan Program Desa Berjaya, salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Lampung. Program ini bertujuan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di desa secara cerdas dengan berbasis teknologi informasi.
Komitmen untuk memajukan desa, juga dilakukan melalui program unggulan Provinsi Lampung Kartu Petani Berjaya. Program ini juga telah diadopsi secara Nasional oleh Kementerian Pertanian, merupakan hasil inisiasi dengan melihat potensi daerah bahwa sektor Pertanian di Provinsi Lampung memberikan kontribusi tertinggi dalam Struktur PDRB.
Dengan potensi pertanian yang sangat besar dan mayoritas penduduk bekerja di Sektor Pertanian, maka Program Kartu Petani Berjaya akan menjawab permasalahan sektor pertanian dengan menghubungkan semua kepentingan stakeholder bidang pertanian agar memberikan jaminan kepastian dalam usaha budidaya. Budidaya tersebut adalah pertanian (tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan, peternakan, kelautan maupun perikanan).
Ini dilalukan dalam rangka percepatan pembangunan ekonomi, dilakukan optimalisasi pemanfaatan dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Lampung.
Pemerintah Daerah dan Perbankan selaku penyalur KUR mengambil langkah-langkah pro aktif seperti perluasan ruang lingkup penerima manfaat KUR, utamanya di sektor Pertanian secara luas maupun UMKM. Adapun realisasi penyaluran KUR di Provinsi 8 November 2021 telah mencapai Rp. 7,44 Triliun kepada 240.788 Debitur.
Menutup sambutannya, Gubernur Arinal mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini, semoga kegiatan yang kita laksanakan ini bermanfaat bagi masyarakat.
Kegiatan Kunjungan Kerja Gubernur Lampung di Kabupaten Pesawaran ini juga diisi dengan memberikan bantuan kepada warga masyarakat Kabupaten Pesawaran di Lapangan Brigif Marine Ecopark berupa alat - alat pertanian dan bibit tanaman.
Pada kesempatan itu juga, Gubernur Lampung meninjau kegiatan Vaksin bagi Anak - anak SMP sebanyak 200 Dosis Vaksin. (**)