Kumparan Logo
Konten Media Partner

Gubernur Mirza : Masjid Raya Al-Bakrie Jadi Rumah Besar Umat Islam di Lampung

Lampung Gehverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penampakan Masjid Raya Al Bakrie, Lampung | Foto : Eka Febriani / Lampung Geh
zoom-in-whitePerbesar
Penampakan Masjid Raya Al Bakrie, Lampung | Foto : Eka Febriani / Lampung Geh

Lampung Geh, Bandar Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyebut peresmian Masjid Raya Al-Bakrie sebagai momentum bersejarah yang akan menjadi kebanggaan dan rumah besar bagi umat Islam di Lampung.

Hal itu disampaikan saat menghadiri peresmian masjid yang berlokasi di Enggal, Kota Bandar Lampung, Jumat (12/9).

“Masjid ini kita harapkan menjadi tempat anak-anak belajar Al-Qur’an, para pemuda menemukan jati diri dan arah hidup, orang tua bersujud memohon ampun, serta seluruh lapisan masyarakat berkumpul dalam semangat ukhuwah Islamiyah. Inilah rumah besar umat Lampung, yang akan terus melahirkan gagasan dan gerakan kebaikan,” kata Gubernur Mirza.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Menteri Agama RI, Prof. Nassarudin Umar dan Dewan Kehormatan Bakrie Amanah, Aburizal Bakrie saat meresmikan Masjid Raya Al Bakrie | Foto : Eka Febriani / Lampung Geh

Masjid Raya Al-Bakrie berdiri di atas lahan seluas 22.000 meter persegi dengan kapasitas hingga 12.000 jemaah.

Selain sebagai pusat ibadah, masjid ini juga dilengkapi ballroom serbaguna, ruang terbuka hijau, taman bermain ramah keluarga, serta 72 gerai UMKM yang dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Gubernur Mirza mengapresiasi, keluarga besar Bakrie yang telah membangun masjid megah tersebut dan menyerahkannya kepada masyarakat Lampung.

Ia menegaskan, Masjid Raya Al-Bakrie bukan hanya menjadi milik pemerintah provinsi, melainkan seluruh warga Lampung.

“Pak Aburizal Bakrie dan keluarga sudah menghadiahkan masjid yang sangat indah ini. Kami pastikan, ke depan masjid ini akan menjadi ikon Lampung, wajah provinsi, dan kebanggaan masyarakat,” ujarnya.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Menteri Agama RI, Prof. Nassarudin Umar dan Dewan Kehormatan Bakrie Amanah, Aburizal Bakrie saat meresmikan Masjid Raya Al Bakrie | Foto : Eka Febriani / Lampung Geh

Lebih jauh, Gubernur menekankan, masjid ini tidak hanya diperuntukkan sebagai tempat ibadah, melainkan juga pusat pelayanan umat.

Ia menyebut, fungsi masjid di masa Rasulullah SAW mencakup dakwah, pendidikan, hingga pusat kegiatan sosial yang terbuka bagi seluruh masyarakat.

“Masjid ini bukan hanya kebanggaan secara fisik, tetapi harus hidup dengan sifat-sifat yang indah. Ketika sifat itu terwujud, masyarakat tidak hanya kagum, tapi akan cinta, dan cinta inilah yang membuat masjid terus diramaikan dan dimakmurkan,” tambahnya.

Gubernur Mirza juga menggagas agar Masjid Raya Al-Bakrie menjadi destinasi utama bagi setiap pendatang ke Lampung.

“Saya ingin setiap orang yang datang ke Lampung bisa singgah di Masjid Al-Bakrie. Dari bandara, kita akan siapkan akses langsung ke sini. Sehingga yang diceritakan orang tentang Lampung nantinya adalah masjid yang indah ini,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, Masjid Raya Al-Bakrie akan menjadi pusat kegiatan dakwah dan pendidikan keagamaan.

Masjid ini juga dijadwalkan menjadi lokasi penyelenggaraan program nasional Damai Indonesiaku pada 13–14 September 2025 yang akan menghadirkan sejumlah penceramah nasional dan terbuka untuk masyarakat umum. (Cha/Put)