Hanya Bayar Rp5 Ribu, Rumah Singgah Peduli Lampung Fasilitasi Pasien Tidak Mampu

Lampung Geh, Bandar Lampung - Kesulitan ekonomi para pasien yang berasal dari luar daerah Kota Bandar Lampung menjadi perhatian khusus bagi Rumah Singgah Peduli Lampung.
Ya, mereka menyediakan rumah untuk menginap bagi para masyarakat kurang mampu yang akan melakukan pengobatan di rumah sakit (RS) yang berada di Kota Bandar Lampung.
Humas Rumah Singgah Peduli Lampung, Hendi Iduan (38), mengatakan bahwa rumah singgah yang berlokasi di Jalan Dr. Sam Ratulangi, Nomor 64, Kelurahan Penengahan, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung ini sudah berdiri sejak 7 tahun yang lalu.
"Rumah Singgah Peduli itu adalah rumah singgah untuk pasien-pasien yang berobat di luar daerah di Provinsi Lampung. Jadi ini adalah salah satu rumah singgah di Provinsi Lampung," ungkapnya saat ditemui Lampung Geh, Sabtu (30/5).
Hendi menjelaskan, Rumah Singgah Peduli ini memiliki 10 cabang di Indonesia di antaranya, 3 cabang di Jakarta, Semarang, Surabaya, Bali, Bandung, Lampung, Palembang, dan Medan.
"Ini menjadi sangat berguna bagi masyarakat yang memang kurang mampu bagi mereka yang melakukan pengobatan di rumah sakit rujukan daerah seperti RSUD Abdul Moeloek," jelas dia.
Menurutnya rumah singgah ini sebagai peringan beban bagi para pasien berasal dari luar daerah yang ingin berobat di RS yang berada di Kota Bandar Lampung.
"Ini sangat bermanfaat sekali ketika memang sewa tempat sangat mahal sekali, sementara di sini tempat tinggal kita sediakan fasilitas dan sembako," terangnya.
Rumah Singgah Peduli Lampung ini juga dilengkapi beberapa fasilitas seperti, 10 kamar tidur pasien, dapur umum, kamar mandi, 2 ambulans, dan beberapa fasilitas pendukung lainnya.
"Jujur, memang kapasitas kami masih sangat kurang sekali untuk menampung sekian banyak masyarakat dari kabupaten-kabupaten yang memang notabene mereka tidak mampu untuk cari kontrakan. Untuk biaya makan saja mereka sulit," ungkap dia.
"Kita punya keinginan kita punya rumah singgah yang besar dengan kapasitas 30-40 pasien. Karena masih banyak sekali masyarakat yang belum terbantu, kasihan," imbuh Hendi.
Saat pihaknya berkunjung ke RS pun banyak keluarga pasien yang tidur di selasar RS. Hal itu yang membuatnya ingin membantu melalui Rumah Singgah Peduli ini.
"Kalau kita jalan ke rumah sakit mereka masih banyak yang tidur di selasar rumah sakit, jangankan tempat tinggal, buat makan besok saja sulit untuk berpikir," ujarnya.
Tapi bila pasien memiliki riwayat penyakit menular tak diperkenankan untuk menginap di rumah singgah ini, karena dikhawatirkan dapat menularkan ke pasien lainnya.
"Kita terima pasien yang tidak memiliki sakit berbau contoh luka berbau. Kita juga belum bisa terima pasien yang memiliki riwayat penyakit menular seperti hepatitis, TBC," kata dia.
Di rumah singgah ini juga ada relawan yang bersiaga selama 24 jam untuk mendampingi para pasien yang menginap. Tidak hanya itu, relawan pun turut membantu dalam pemberkasan jika pasien akan melakukan pengobatan.
"Kita ada relawan yang stay 24 jam di sini, mereka lah controler-nya. Ketika ada urgent mereka yang harus antar pemberkasan, karena kita tidak hanya sediakan tempat tinggal tapi kita pemberkasan, pendampingan agar pasien yang berada dari jauh mereka tidak merasa sendiri," bebernya.
Jika pasien direkomendasikan untuk dirujuk ke RS yang berada di Jakarta, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Rumah Singgah Peduli yang berada di sana. Sehingga pasien akan mendapatkan pendampingan penuh dari pihaknya.
"Ketika mereka harus dirujuk, kita siapkan fasilitas ambulans ke Jakarta dan di Jakarta ada relawan yang mendampingi untuk melakukan pengobatan di RS rujukan," urai dia.
Target pasien yang dapat menginap di rumah singgah ini adalah para pasien yang memiliki BPJS Kesehatan kelas 3 dan pasien kurang mampu.
"Penghuni rumah singgah itu jelas target kita adalah BPJS kelas 3, tapi tidak menutup kemungkinan BPJS kelas 2 bisa diterima dengan syarat rekomendasi surat keterangan tidak mampu dari kelurahan. Kalau ada non BPJS gak mampu akan kita bantu buatkan BPJS," jelasnya.
Jika ada pasien yang menginap di Rumah Singgah Peduli Lampung, pihaknya tidak meminta uang menginap. Namun para relawan memberikan edukasi kepada pasien agar tak selalu bergantung.
"Rumah Singgah adalah rumah singgah pasien yang tidak mampu, biaya hanya untuk edukasi saja. Kita hanya Rp 5 ribu saja untuk edukasi supaya orientasinya dari mereka untuk mereka. Rp 5 ribu itu untuk beli lauk mereka, masak bareng-bareng," terang dia.
Maka pihaknya pun mengandalkan para donatur yang memberi bantuan ke Rumah Singgah Peduli agar selalu bisa membantu para pasien tak mampu yang berobat di Kota Bandar Lampung.
"Semua kita berdiri dari donatur, jadi teman-teman pengurus dari rumah singgah sendiri hanya mengelola dan kita bergantung dengan donatur. Kita berharap sekali dengan kondisi seperti ini banyak orang yang bisa bantu untuk keberlangsungan rumah singgah," pungkasnya.
Jika ingin memberikan donasi kepada Rumah Singgah Peduli Lampung dapat melalui rekening Mandiri atas nama Rumah Singgah Peduli dengan nomor:127000117778.(*)
