Ini Alasan Kakek di Pringsewu, Lampung yang Diduga Sabet Anak di Bawah Umur

Konten Media Partner
22 Maret 2023 16:16 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pelaku penganiayaan di Pringsewu, Lampung ditangkap. | Foto: Dok Polres Pringsewu
zoom-in-whitePerbesar
Pelaku penganiayaan di Pringsewu, Lampung ditangkap. | Foto: Dok Polres Pringsewu
ADVERTISEMENT
Lampung Geh, Pringsewu - Berdasarkan keterangan Kasat Reskrim Polres Pringsewu, Iptu Feabo alasan SY (68) tega sabet anak di bawah umur karena korban mengambil kelapa muda tanpa izin.
ADVERTISEMENT
Atas perbuatan tersebut, pelaku SY diamankan petugas pada Selasa (21/3) sekitar pukul 14.30 WIB di kediamannya untuk dimintai keterangan.
"Ya benar, Selasa siang kemarin, Satreskrim Polres Pringsewu telah mengamankan seorang laki-laki yang diduga sebagai pelaku kekerasan fisik terhadap anak di bawah umur yang videonya sempat viral sejak beberapa hari yang lalu itu," katanya.
Feabo menjelaskan kronologi peristiwa itu terjadi pada Jumat (17/3) sekitar pukul 13.00 Wib di Pekon (Desa) Gadingrejo Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu. Korban EP mengambil dua buah kelapa muda milik pelaku tanpa izin.
"Berawal dari pelaku mendapat kabar kalo korban telah mengambil kelapa miliknya tanpa izin lalu tersulut emosi dan menganiaya korban," jelasnya
Akibat peristiwa penganiayaan tersebut, korban mengalami luka memar di bagian tubuh dan sudah menjalani pemeriksaan visum et repertum di Rumah Sakit.
ADVERTISEMENT
"Pelaku sendiri sudah ditetapkan menjadi tersangka dan saat ini sudah dilakukan penahanan di rutan Polres Pringsewu," ucapnya.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 76 C Jo Pasal 80 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.
Diberitakan sebelumnya, Beredar video viral memperlihatkan seorang kakek melakukan penganiayaan terhadap anak di bawah umur.
Berdasarkan video yang diterima Lampung Geh, terlihat kakek yang mengenakan baju abu-abu beberapa kali menyabet korban menggunakan sebatang dahan.
Dalam video lainnya, telihat sang kakek memarahi korban dan sesekali menendang serta memukul korban.
Selain itu, korban tersebut tampak memohon ampun kepada sang kakek, dan tidak lama kemudian pergi. (Yul/Put)