Kumparan Logo
Konten Media Partner

ITERA Kaji Penanganan Bencana Selat Sunda Bersama 3 Kampus Jepang

Lampung Gehverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemaparan materi workshop  Penanganan Kebencanaan "Coastal Disaster Management", Kamis (15/8) | Foto: Humas ITERA
zoom-in-whitePerbesar
Pemaparan materi workshop Penanganan Kebencanaan "Coastal Disaster Management", Kamis (15/8) | Foto: Humas ITERA

Lampung Geh, Bandar Lampung- Institut Teknologi Sumatera (ITERA) hadirkan pembicara asal Jepang dalam Workshop Penanganan Kebencanaan "Coastal Disaster Management", Kamis (15/8) di Aula Gedung C ITERA.

Workshop tersebut disampaikan oleh dua pembicara asal Jepang yakni Dr. Takahito Mikami dari Tokyo City University dan Dr. Ryota Nakamura dari Niigata University. Serta dihadiri oleh dua mahasiswa peneliti asal Waseda University.

Topik pembicaraan pada workshop tersebut membahas mengenai kajian ilmiah bencana yang melanda Indonesia seperti tsunami, gempa, serta potensi bencana di Selat Sunda.

Rektor ITERA, Ofyar Z Tamin menyampaikan manajemen penanganan bencana penting dikaji untuk antisipasi kejadian seperti bencana tsunami yang terjadi di Selat Sunda yang menyebabkan kerusakan di sejumlah daerah.

"Pengetahuan mengenai teknik atau material sangat diperlukan untuk penelitian yang berkaitan dengan kebencanaan sebagai langkah mitigasi baik di Lampung ataupun Pulau Sumatera," ujarnya.

Pemberian materi workshop oleh pemateri Universitas asal Jepang, Kamis (15/8) | Foto: Humas ITERA

Kepala ITERA International Office, Acep Purqon menambahkan dilakukannya mitigasi bencana dapat mengurangi korban jiwa di Sumatera.

"Jepang memiliki teknologi yang baik dalam meneliti kebencanaan, tetapi peran penduduk lokal dalam penelitian kebencanaan Selat Sunda sangat penting sehingga hasilnya dapat berguna bagi pemerintah maupun lembaga terkait," ujarnya.

Penandatanganan nota kesepahaman, ITERA dengan Harbin Institute of Technology, Tiongkok, Kamis (15/8) | Foto: Humas ITERA

Dalam kegiatan tersebut Dr. Takahito dari Tokyo City University memaparkan hasil survei bencana alam yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah. Sementara, Dr. Ryota dari Niigata University memaparkan seputar bencana topan yang terjadi di daerah tropis termasuk Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman, ITERA dengan Harbin Institute of Technology, Tiongkok.

----

Laporan reporter Lampung Geh Rafika Restiningtias Editor : M Adita Putra