Kapal Terpanjang Di Dunia MV Balthasar Bersandar Di Pelabuhan Panjang

Lampung Geh, Bandar Lampung – Kapal Peti Kemas MV Balthasar Schulter yang merupakan salah satu kapal terpanjang di dunia ini bersandar di Terminal Petikemas Pelabuhan Panjang.
Kapal dengan panjang 261 M berkapasitas 4250 TEUs ini tiba pada Senin (25/3) kemarin sekitar pukul 16.00 WIB yang langsung dioperasikan oleh Sealand Maersk.
Saat memasuki pelabuhan, kapal tersebut langsung melakukan proses pemanduan dan penyandaran melalui koordinasi berbagai pihak yakni, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Panjang, IPC TPK Area Panjang, PT Jasa Armada Indonesia, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Panjang serta Sealand Maersk Indonesia.
Senior Vice President Pelayanan Terminal PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Davit Sirait menjelaskan, bahwa ini merupakan hari bersejarah bagi Pelabuhan Panjang yang dapat melayani salah satu kapal terpanjang di dunia tersebut.
"Kapal ini melayani shipment Intern Asia secara langsung dan longterm dengan rute dari Panjang ke Kaohsiung (Taiwan), Busan (Korea), dan Shanghai (China)," katanya saat diwawancarai awak media, Selasa (26/3).
Ini membuktikan, kata dia, bahwa Lampung merupakan salah satu pusat perdagangan internasional dengan dukungan fasilitas pelabuhan yang modern dan sejalan dengan Visi IPC yaitu menjadi Pelabuhan Internasional.
"Ini juga menunjukan bahwa semakin meningkatnya kemajuan infrastrukur pada pelabuhan di Lampung salah satunya Pelabuhan Panjang," jelas dia.
Sementara itu, Country Manager Sealand, Joshua mengungkapkan, bahwa Sealand berkembang di Pelabuhan Panjang sejak pertama kali memasuki pasar pada tahun 2009, saat itu masih dikenal sebagai MCC.
"Kami percaya bahwa layanan baru kami yang ditingkatkan yang menghubungkan Panjang secara langsung ke China, Korea Selatan dan Rusia akan memberikan pelanggan konektivitas baru dan akan mendukung perdagangan internasional tidak hanya untuk Provinsi Lampung," ungkapnya.
Demikian juga, sambung dia, dengan rute ini mampu membawa lebih banyak ekspor dari Provinsi Lampung dan dan Sumatera Bagian Selatan.
"Dengan peningkatan sekitar 167% dalam ruang kapal dan 46% peningkatan dalam kapasitas reefer dan pengurangan hingga 69% dalam waktu transit," pungkasnya.(*)
---
Laporan reporter Lampung Geh Obbie Fernando
Editor : M Adita Putra
