Kumparan Logo
Konten Media Partner

Kelangkaan Solar Picu Antrean Panjang pada Sejumlah SPBU di Bandar Lampung

Lampung Gehverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Empat jalur khusus pengisian solar di SPBU Soekarno Hatta. | Foto : Taufik H/Lampung Geh.
zoom-in-whitePerbesar
Empat jalur khusus pengisian solar di SPBU Soekarno Hatta. | Foto : Taufik H/Lampung Geh.

Lampung Geh, Bandar Lampung - Kelangkaan solar di sejumlah wilayah Lampung mengakibatkan antrean kendaraan tampak mengular panjang di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Bandar Lampung pada Sabtu (9/10) sore.

Berdasarkan pantauan Lampung Geh, sedikitnya terdapat empat titik SPBU yang mengalami antrean panjang, di antaranya SPBU Pertamina Soekarno Hatta, Codo Pertamina, SPBU Rajabasa, dan SPBU Labuhan Ratu.

Di SPBU Soekarno Hatta, antre an kendaraan tampak mengular sekitar dua kilometer. SPBU itu bahkan membuka empat jalur khusus hanya untuk pengisian solar. Mayoritas kendaraan yang mengantre adalah truk angkutan batu bara dan mobil besar.

Sementara di Codo Pertamina, antrean tampak lebih panjang. Di lokasi ini, antrean didominasi oleh kendaraan bus penumpang.

Tak jauh berbeda, SPBU Rajabasa yang baru buka pada jam 18:00 WIB juga langsung dipadati antrean kendaraan. Kondisi serupa juga terlihat di SPBU Labuhan Ratu. Antrean kendaraan hingga menyebabkan kemacetan di ruas jalan tersebut. Di titik ini, antrean didominasi oleh mobil pribadi.

Salah satu sopir truk yang mengisi bahan bakar solar di SPBU CoDo Pertamina, Usman (53) mengaku sudah mengantre selama dua jam.

“Udah ada dua jam. Ya pokoknya bukan cuma hari ini, tiap hari kayak gini,” ujarnya.

Usman menjelaskan, solar yang dibelinya digunakan untuk kendaraan angkutan pasir. Ia mengatakan kondisi antrean panjang seperti ini sudah sering terjadi, terutama di wilayah Lampung dan sekitarnya.

“Pokoknya kalau di Lampung ini, kaya gini lah yang selalu terjadi. Bahkan di sekitar Pesawaran sana, di Geneng itu, ada yang antre sampai ratusan mobil. Tapi ya ada juga yang khusus ngecor,” ujarnya.

Usman berharap pemerintah daerah , khususnya Gubernur Lampung, segera mengambil tindakan tegas terhadap praktik penyalahgunaan distribusi solar bersubsidi.

“Harusnya Gubernur Lampung ngambil sikap tegas. Pom yang ngecor itu, harus di beresin. Masyarakat kecil yang bener-bener butuh solar malah susah,” jelasnya. (Taufik/Put)