Kumparan Logo
Konten Media Partner

Keluarga Korban yang Jatuh dari Flyover Pertanyakan K3 Pemkot Bandar Lampung

Lampung Gehverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Salah satu korban kecelakaan kerja di flyover Kalibalok (Jalan P Antasari-Pangeran Tirtayasa), Bandar Lampung. | Foto: Dok Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu korban kecelakaan kerja di flyover Kalibalok (Jalan P Antasari-Pangeran Tirtayasa), Bandar Lampung. | Foto: Dok Istimewa

Lampung Geh, Bandar Lampung - Keluarga siswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang menjadi salah satu korban jatuh dari flyover Bandar Lampung, mempertanyakan penerapan K3 Pemkot Bandar Lampung.

Diketahui, kecelakaan kerja di Flyover Kalibalok Jalan P Antasari-Pangeran Tirtayasa, pada Senin (29/7) lalu.

Akibat kecelakaan kerja itu, siswa PKL bernama Bobby Fatir mengalami luka cukup serius hingga harus menjalani serangkaian operasi.

Keluarga korban pun mempertanyakan prosedur penerapan K3 pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkot Bandar Lampung.

Pasalnya, saat kejadian korban diketahui tidak menggunakan satu pun alat pengaman kerja.

"Kami sangat menyayangkan kenapa anak PKL diminta kerja seperti itu. Apalagi tidak ada prosedur K3 yang ditetapkan di lapangan," kata Doni Andika, kakak kandung korban Bobby Fatir.

Donny mengungkapkan, dirinya mendapatkan informasi dari salah satu guru pengawas, bahwa anak PKL memang diminta oleh PU Bandar Lampung untuk ikut naik crane.

"Gurunya saja bilang kok anak PKL disuruh ikut naik. Sedangkan mobil crane itu seharusnya untuk satu orang. Bisa saja dua, asal kondisinya masih bagus," ucapnya.

Akibat kejadian tersebut, Bobby mengalami cukup serius, yakni patah tangan kanan, patah tulang paha, tulang pipi retak, dan luka bakar akibat HP yang berada di saku meledak akibat benturan.

Ia pun berharap Pemkot Bandar Lampung melakukan audit dan evaluasi terhadap Dinas PU, agar tidak terjadi kejadian serupa.

"Kami harap tidak akan ada lagi kejadian seperti yang menimpa adik kami tersayang. Untuk itu Pemkot Bandar Lampung harus berbenah," katanya.

Meski demikian, Doni juga mengucapkan terima kasih atas respons cepat pihak Pemkot Bandar Lampung.

"Intinya dari pihak pemkot (Bandar Lampung) sudah bertanggung jawab, kami sudah bersyukur," pungkasnya. (Yul/Ansa)