Koma Space, Ekosistem Bisnis dalam Industri Kreatif di Lampung

Lampung Geh, Bandar Lampung - Peradaban industri kreatif terus menjalar di Kota Bandar Lampung, banyak juga yang membuka suatu tempat untuk dijadikan sebagai lokasi bertukar ide para kaum milenial. Seperti halnya Koma Space, yang membuka ruang publik dengan dilengkapi berbagai tenant asli lokal Lampung.
Yuke Elvandari selaku owner Koma Space mengatakan, bahwa lokasi yang dibuka sejak 17 November 2019 ini mengusung konsep social place (wadah sosial).
"Sebetulnya banyak yang tanya, apa sih Koma Space, ada yang bilang kalau ini cafe. Sebenarnya Koma Space itu adalah social space dimana kita memang berdiri dengan banyak brand di dalamnya," katanya saat ditemui Lampung Geh, Sabtu (4/1) malam.
Koma Space ini diisi oleh 12 brand yang berbeda di antaranya Camiland, Kenyangin, Sabi, Memore, Sungkai Snakers, Easy Tobuy, Hellau, Trust House, Dimsum Moresto, The Kitchen Girl, Orange Je, dan Pay Clean Ekspres.
"Jadi di sini ada 12 brand dengan berbagai bidang, tidak hanya food saja tetapi kita banyak pedagang kreatif lokal," ujar wanita ini.
Untuk zona food, Yuke sengaja mengalokasikannya di area belakang lantaran untuk menjaga keseimbangan.
"Itu sengaja kita bedakan lokasinya karena kami khususkan belakang itu tempat yang mau makan," papar dia.
Dirinya menuturkan jika Koma Space juga menjadi tempat anak muda kreatif Lampung untuk berkarya, berinovasi, dan saling bertukar ide.
"Kita juga punya event space di atas, itu bisa digunakan untuk workshop, seminar, maupun kegiatan kampus," jelasnya.
Koma Space ini mempunyai target market kepada kaum milenial, maka dari itu lokasi tersebut dikonsep dengan ala-ala anak muda.
"Mangsa pasar kita itu memang sudah terbaca itu pasti milenial, makanya kenapa konsep di sini kita khususkan anak muda banget, makanan dan minumannya pun begitu," terang Yuke.
Dengan dibukanya Koma Space, Yuke ingin membentuk iklim ekosistem yang produktif dari para tenant yang berjualan.
"Sehingga ketika ada tenant yang mau masuk itu melalui proses seleksi dimana kita harus melihat produknya, background, dan barangnya agar bisa membentuk brand pasar kolaborasi yang cocok," urainya.
Melalui usaha ini ia mengharapkan agar Koma Space menjadi wadah anak-anak kreatif maupun komunitas di Lampung untuk bisa lebih berekspresi.
"Agar cakupannya juga lebih luas sehingga kita bisa buat ekosistem produktif Lampung yang benar-benar bisa membuat Lampung lebih kuat," harap Yuke.
Untuk diketahui, Koma Space berlokasi di Jalan Purnawirawan Raya, Nomor 56, Kelurahan Gedong Meneng, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung tepatnya di sebelah Surya Maxima Studio.
Jam operasional Koma Space pada weekdays buka mulai pukul 10.00-22.00 WIB, sedangkan pada weekend buka mulai pukul 12.00-00.00 WIB.(*)
