Kota Bandar Lampung Kini Miliki Jalur Khusus Sepeda 2,5 Kilometer

Lampung Geh, Bandar Lampung - Sejak pandemi COVID-19, animo masyarakat Kota Bandar Lampung kini mulai aktif bersepeda baik di pagi maupun malam hari.
Hal itu tentunya menjadi problema bagi pemangku kebijakan lantaran Kota Tapis Berseri ini belum memiliki jalur khusus pesepeda.
Namun baru-baru ini, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bandar Lampung bekerjasama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandar Lampung telah membuat jalur khusus untuk bersepeda.
Kasat Lantas Polresta Bandar Lampung, AKP Rafli Yusuf Nugraha, mengatakan bahwa pembuatan jalur khusus sepeda ini dibuat setelah melaksanakan Operasi Patuh Krakatau 2020.
"Kami berinisiasi untuk membuat jalur sepeda, rencana kita buat di spot-spot yang bisa dilalui masyarakat dan track yang nyaman," ungkapnya saat diwawancarai Lampung Geh, Sabtu (8/8) malam.
Saat ini sekitar 2,5 kilometer jalur khusus sepeda telah dibuat oleh Satlantas bersama Dishub. "Hanya saat ini baru kita uji coba di 2,5 kilometer," ujarnya.
Sejauh ini pembuatan jalur khusus baru pengecatan pada marka jalan, kedepannya pihaknya akan mengecat warna hijau dan gambar berupa sepeda di dalam jalur tersebut.
"Sejauh ini progresnya hanya pengecatan di space, nanti didalamnya akan dihiasi dengan gambar sepeda dan warna hijau. Karena regulasinya jalur sepeda atau non kendaraan bermotor," terang dia.
Proyeksi pertama 2,5 kilometer, sambung Rafli, dimulai dari Jalan Raden Intan, Jalan Kartini, Jalan Ahmad Yani, dan dilanjutkan pada jalan lainnya.
"Itu juga akan kita lakukan pengawasan dalam hal ini mungkin ada masyarakat yang tahu dan tidak tahu. Dengan pengawasan yang bersifat humanis dan persuasif," imbuhnya.
Dalam pembuatannya jalur khusus sepeda ini, pihaknya menargetkan sepanjang 8 kilometer di Kota Bandar Lampung.
"Keinginan kita sudah ukur dengan pihak dishub, keinginan 7-8 km dengan titik ruas yang berbeda. Kalau tanjakan kan sedikit sulit, kalau flat lebih nyaman saat bersepeda," jelas Rafli.
"Mungkin daerah Gubernuran dan Pahoman yang diminati olahragawan akan kita penuhi juga," tambahnya.
Menurut Rafli, selayaknya kota besar sudah seharusnya memiliki jalur khusus sepeda. Ditambah lagi gaya hidup dan animo masyarakat yang ingin bersepeda di tengah pandemi.
"Jelasnya itu merupakan kewajiban kita suatu pengembangan fungsi lalu lintas untuk memfasilitasi masyarakat, karena jalan kita sangat kecil. Kita berupaya untuk mengakomodir mereka semua, mudah-mudahan mereka bisa memanfaatkan dengan sangat baik," pungkasnya.(*)
