Kuota Tersisa 10 Persen, Pertamina Ubah Pola Distribusi BBM Subsidi di Lampung
·waktu baca 3 menit

Lampung Geh, Bandar Lampung — Menjelang meningkatnya konsumsi BBM pada akhir tahun, PT Pertamina Patra Niaga memastikan sisa kuota BBM subsidi di Provinsi Lampung masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Desember 2025.
Saat ini, kuota yang tersisa masih berada di angka sekitar 10 persen.
Sales Branch Manager PT Pertamina Patra Niaga Lampung Andi Reza Ramadhan mengatakan, rata-rata pemanfaatan kuota BBM subsidi di Lampung setiap bulan berkisar di angka 8–9 persen, sehingga sisa kuota dinilai masih mencukupi hingga tutup tahun.
“Untuk kuota tersisa sekitar 10 persen dan pada prinsipnya cukup karena satu bulan rata-rata penggunaan kuota itu di delapan sampai sembilan persen. Kami fokus memastikan semua tersalurkan untuk kebutuhan masyarakat, terutama untuk Satgas Natal dan Tahun Baru karena pasti ada peningkatan Pertalite, Biosolar, dan LPG,” ujar Andi di Kantor Gubernur Lampung, Selasa (9/12).
Selain menyiapkan pasokan, Pertamina juga mengubah pola distribusi BBM subsidi agar tidak terjadi penumpukan antrean di titik tertentu, terutama di wilayah perkotaan. Pembatasan distribusi tetap mengacu pada kuota masing-masing SPBU.
“Pembatasan distribusi mengacu pada kuota per SPBU dan penyalurannya sesuai dengan kuota yang ada,” jelasnya.
Andi menambahkan, saat ini distribusi BBM subsidi sudah disamaratakan di seluruh wilayah Lampung, tidak lagi terfokus di area luar Kota Bandar Lampung seperti sebelumnya.
“Untuk distribusi sendiri saat ini memang sudah disamaratakan. Jadi tidak hanya terfokus di area luar Kota Bandar Lampung, tetapi dari dalam kota juga. SPBU yang sebelumnya penyalurannya terbatas dan sering kehabisan, saat ini sudah dipastikan menyalurkan BBM, sehingga antrean bisa merata, khususnya di Kota Bandar Lampung,” kata Andi.
Pola penyaluran yang lebih merata tersebut diharapkan dapat mengurangi kepadatan kendaraan di SPBU tertentu dan meminimalkan antrean panjang saat puncak konsumsi akhir tahun.
Menanggapi keluhan masyarakat soal kelangkaan BBM nonsubsidi jenis Dexlite, Andi memastikan stok sebenarnya tersedia. Namun, saat ini masih terjadi keterlambatan suplai akibat faktor cuaca.
“Untuk Dexlite sendiri sebenarnya stoknya ada, namun memang terjadi keterlambatan suplai. Sementara bisa mengambil dari akses suplai melalui jalur tol. Insya Allah tanggal 11 sudah di-up kembali sehingga sampai akhir tahun tidak ada kendala lagi,” ujar dia.
Terkait dugaan penyalahgunaan penyaluran BBM subsidi di salah satu SPBU yang sempat viral, Pertamina memastikan sudah melakukan langkah pembinaan.
“Untuk SPBU tersebut sudah diberikan pembinaan untuk pembuktian penyaluran produk Biosolar dan Pertalite selama 30 hari. Jika nantinya terbukti ada pelanggaran, akan ada sanksi lanjutan. Saat ini masih tahap pembinaan, belum sampai pencabutan izin operasional,” kata Andi.
Pertamina menegaskan akan terus melakukan pengawasan terhadap penyaluran BBM subsidi di seluruh SPBU di Lampung guna memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran. (Cha)
