Lampung Optimalkan Infrastruktur untuk Natal dan Tahun Baru 2024
·waktu baca 2 menit

Lampung Geh, Bandar Lampung – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) memastikan kesiapan infrastruktur jalan dan jembatan untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas.
Langkah strategis yang telah dilakukan antara lain rehabilitasi jalan, perawatan rutin, dan kesiapan Unit Reaksi Cepat (URC) untuk menangani potensi kerusakan.
Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan BMBK Lampung, Asep Wirakarsa, menjelaskan bahwa saat ini sebagian besar jalan provinsi sudah berada dalam kondisi mantap, dengan 78,674 persen dari total panjang jaringan jalan yang mencapai 1.695,479 kilometer dalam kondisi baik.
"Kami telah melakukan berbagai langkah strategis, termasuk rehabilitasi jalan dan siaga Unit Reaksi Cepat (URC), untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat," ujar Asep dalam keterangan resminya, pada Kamis (12/12).
Menurut Asep, jaringan jalan provinsi Lampung terdiri dari 98 ruas dan 16 koridor, dengan kondisi jalan yang bervariasi.
"Sebanyak 57,537 persen jalan dalam kondisi baik, sementara 21,137 persen dalam kondisi sedang, 4,627 persen rusak ringan, dan 16,699 persen rusak berat," ungkapnya
Untuk jembatan, Provinsi Lampung memiliki 658 unit dengan total panjang mencapai 8.526,5 meter, yang terus dipantau untuk memastikan keselamatan pengguna jalan.
Lebih lanjut, Asep menambahkan bahwa beberapa ruas jalan utama yang berada di sekitar gerbang tol, seperti H.M. Mayjend Ryacudu dan Sp. Korpri–Purwotani, dipastikan dalam kondisi sangat baik, bahkan mencapai tingkat kemantapan 100 persen.
"Jalan-jalan provinsi di sekitar gerbang tol ini kami pastikan dalam kondisi baik, agar tidak ada hambatan selama arus mudik dan balik," jelasnya.
Ia juga mengatakan, sejak tahun 2023 hingga 2024, berbagai proyek perbaikan jalan dan jembatan telah dilaksanakan.
"Salah satunya seperti preservasi ruas Penumangan–Tegal Mukti di Tulang Bawang Barat, rehabilitasi ruas Lempasing–Padang Cermin di Pesawaran, dan perbaikan Jalan R.E. Martadinata di Bandar Lampung," tambahnya.
Sementara itu, untuk menghadapi potensi kerusakan di titik-titik rawan, BMBK juga telah menyiagakan tim Unit Reaksi Cepat (URC) di enam wilayah, yaitu Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Utara, Lampung Barat, dan Mesuji.
"Tim URC ini bertugas menangani kondisi darurat pada titik-titik rawan kerusakan jalan dan jembatan, untuk memastikan perjalanan masyarakat aman dan lancar," pungkasnya. (Cha/Put)
