Kumparan Logo
Konten Media Partner

Lampung Peringkat ke-35 Nasional, Hanya 22 Persen Lulusan SMA Masuk PTN & PTS

Lampung Gehverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak SMA. | Foto: www.unplass.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak SMA. | Foto: www.unplass.com

Lampung Geh, Bandar Lampung – Provinsi Lampung berada di urutan ke-35 dari 38 provinsi di Indonesia dalam persentase lulusan SMA yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 mencatat, hanya 22,29 persen dari sekitar 110.000 lulusan SMA baik negeri maupun swasta setiap tahun yang berhasil masuk perguruan tinggi. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico mengatakan, angka tersebut sedikit menurun pada 2025 menjadi 22,19 persen atau setara 12.601 siswa. “Data yang ada berdasarkan BPS tahun 2024 dan 2025 menunjukkan Lampung berada pada urutan ke-35. Dari hasil data yang kami peroleh, hanya sekitar 22,29 persen pada 2024, dan pada tahun ini 2025 hanya sekitar 22,19 persen,” ujarnya, saat diwawancarai lapada Senin (11/8). Menanggapi data tersebut, Disdikbud Lampung menetapkan sejumlah langkah perbaikan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico | Foto : Eka Febriani / Lampung Geh
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico | Foto : Eka Febriani / Lampung Geh

Thomas menjelaskan, pihaknya telah menginstruksikan seluruh satuan pendidikan melakukan perubahan sistem secara menyeluruh. Salah satunya adalah pelaksanaan assessment awal bagi siswa kelas X, XI, dan XII di seluruh sekolah. “Harus ada kelas prioritas di masing-masing tingkat, kemudian kelas khusus bagi siswa kelas XII yang akan diberikan materi tambahan,” kata Thomas. Ia menambahkan, setiap siswa kelas XII akan dimitigasi berdasarkan rencana pasca kelulusan, apakah ingin bekerja, melanjutkan ke perguruan tinggi, atau berwirausaha. “Bagi yang mau ke perguruan tinggi, kita lakukan assessment awal untuk melihat kompetensinya, lalu kita berikan pembelajaran tambahan supaya mereka siap saat mengikuti tes masuk perguruan tinggi,” jelasnya. Selain pembelajaran tambahan, program juga mencakup pemberian mentoring dari para ahli agar siswa lebih siap menghadapi ujian masuk perguruan tinggi di tahun berikutnya. (Cha/Ansa)