Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.93.2
Konten Media Partner
Lewati 11 Negara, Pria Asal Bandar Lampung Gowes Sepeda ke Mekkah Selama 7 Bulan
16 Maret 2024 15:05 WIB
ยท
waktu baca 2 menitADVERTISEMENT
Lampung Geh, Bandar Lampung - Abdul Rahman Yuni Siswanto pria asal Bandar Lampung yang pergi ke Tanah Suci dengan mengayuh sepeda tiba di Arab Saudi.
ADVERTISEMENT
Pria berusia 35 tahun itu tiba di Arab Saudi setelah perjalanan 7 bulan 3 hari. Sebelumnya, ia memulai perjalanannya pada 10 September 2023 lalu dari kediamannya di Jalan Pangeran Antasari, Gang Mulya Indah, Bandar Lampung.
Wanto sapaan akrabnya, mengaku bersyukur, setelah perjalanan melewati 11 negara akhirnya dirinya sampai di Tanah Suci.
"Alhamdulillah setelah perjalanan 7 bulan 3 hari dan melewati 11 negara, akhirnya saya tiba di Masjidil Haram pada Rabu 13 Maret 2024 ba'da maghrib," katanya saat dihubungi Lampung Geh, Sabtu (16/3).
Wanto menceritakan selama perjalanan, dirinya sempat mengalami beberapa kendala salah satunya pada saat hendak pengajuan Visa.
"Kendalannya saat proses pengajuan Visa yang sulit. Untuk Asia Tenggara kita bebas Visa, mulai membuat Visa di India, Pakistan, Iran, Irak, Yordania dan Saudi Arabia," ucapnya.
ADVERTISEMENT
Selain sulitnya proses pengajuan visa, menurut Wanto, cuaca panas dan dingin juga turut menjadi kendala. Namun, hal tersebut tak membuat dirinya menyerah.
"Kemarin masuk negara Saudi Arabia satu hari sebelum puasa, jadi dari border imigrasi ke kota Mekkah masih cukup jauh. Di situ kendala terberatnya cuaca panas, waktu puasa 14 jam dan kita harus terus goes," ungkapnya.
Kemudian, lanjut Wanto, berpuasa di luar negeri seperti Saudi Arabia berbeda dengan Indonesia, dirinya harus menahan haus dan lapar selama 14 jam.
"Berpuasa di luar negeri seperti di Saudi Arabia memang berbeda dengan Indonesia, saya harus menahan haus dan lapar kurang lebih sekitar 14 jam dengan cuaca yang terik. Sedangkan jika dibandingkan dengan kondisi di Indonesia waktu untuk menahan haus dan lapar adalah sekitar 13 jam," tuturnya.
ADVERTISEMENT
Wanto menuturkan dirinya akan menetap sampai dengan musim haji 1445 H. Ia pun berharap dapat kembali menunaikan ibadah ke Tanah Suci di tahun berikutnya.
"Harapannya pada momen Ramadan, semoga semua amal ibadah diterima oleh Allah SWT dan dapat kembali ke sini tiap tahunnya," pungkasnya. (Yul/Put)