Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.96.0
Konten Media Partner
Mahasiswa Digerebek Berduaan di Kosan, Sosiolog Unila Minta Orang Tua Awasi Anak
23 Februari 2024 20:37 WIB
·
waktu baca 2 menitADVERTISEMENT
Lampung Geh, Bandar Lampung - Pengamat sosiologi di Lampung komentari adanya kasus dua sejoli berstatus mahasiswa yang digerebek warga saat berduaan di dalam kosan yang berlokasi di Jalan Bumi Manti 1, Kampung Baru Raya, Kota Bandar Lampung, pada Kamis (22/2) lalu.
ADVERTISEMENT
Dalam tanggapannya, Drs. Pairul Syah, M.H. sebagai pakar sosiologi mengatakan. Hal itu terjadi karena timbulnya interaksi sosial antar sesama lawan jenis.
"Dalam konteks sosiologi interaksi sosial, semakin dekat kecenderungan dua orang ini, tentu akan berpotensi mengarah kepada perilaku atau perbuatan yang tak senonoh," papar Pairul kepada Lampung Geh saat dihubungi, Jumat (23/2).
Dosen Fisip Universitas Lampung (Unila) itu juga mengatakan dari pandangan sosiologi, indikasi perbuatan negatif itu bisa berpengaruh dari tontonan hingga bacaan yang mengandung seksual.
"Karena ada pengaruh film porno, bacaan yang mengandung seksual. Komponen dari sosiologi dan dampaknya akan perbuatan asusila. Dan ada juga karena permintaan dari salah satu pihak sebagai bentuk pembuktian cinta dengan perbuatan," ucapnya.
Pairul menegaskan, karakter sebuah lingkungan dan masyarakat sekitar juga akan menentukan aktivitas positif dan negatif penghuni kos.
ADVERTISEMENT
"Saya melihat karakter lingkungan daerah kosan tidak ada induk semang atau tak ada kontrol sosial dari masyarakat yang mencegah, baik dari Linmas, RT, RW dan bhabinkamtibmas. Bila perlu peran dari pemilik kosan dibentuk dengan seperti asrama dan dibuat aturan jam," tambahnya lagi.
Beliau juga memberikan saran agar ke depannya pembangunan kosan harus ada persetujuan dengan pemerintah kota (Pemkot) untuk menghindari timbulnya tindak kejahatan dan asusila.
"Pembangunan kosan harus ada persetujuan dengan pemkot dan masyarakat sekitar untuk membangun lahan kosan. Kalau tidak begitu Akibatnya kosan bisa menjadi sarang kejahatan jika dibiarkan," ujarnya.
Sebelum menutup, Pairul mengimbau kepada para orang tua agar melakukan fungsi kontrol kepada anak baik lewat bentuk interaksi nyata dan digital.
ADVERTISEMENT
"Bekali para anak kita dengan agama yang baik, lakukan fungsi kontrol sebagai orang tua dengan pengawasan dan senantiasa menasihati anak, jika terkendala jarak bisa video call menggunakan teknologi," pungkasnya. (Al/Put)
Live Update